Kesadaran Masyarakat terhadap Jasa Keuangan Syariah

Kesadaran Masyarakat terhadap Jasa Keuangan Syariah

Kesadaran Masyarakat terhadap Jasa Keuangan Syariah

Kesadaran Masyarakat terhadap Jasa Keuangan Syariah
Kesadaran Masyarakat terhadap Jasa Keuangan Syariah

BANDUNG–Anggota Komisi XI DPR RI Junaidi Auly menilai tingginya

kesadaran masyarakat terhadap jasa keuangan syariah harus disambut oleh pihak perbankan maupun multifinance. Hal itu dapat dilakukan dengan cara menyediakan lebih banyak pilihan pada pembiayaan secara syariah.

“Jika ada pilihan pembiayaan syariah, setidaknya ada juga alternatif yang bisa dipilih masyarakat, di saat model pembiayaan konvensional mungkin kurang memberikan rasa nyaman,” ujar Junaidi dalam release yang diterima jabarprov.go.id, Minggu (27/11).

Junaidi dalam paparannya menyampaikan harapan agar OJK

bisa mendorong peningkatan performa multifinance syariah agar lebih optimal.
“Kecenderungan kini nasabah lebih menanyakan bunga kredit ketimbang uang muka atau down payment. Soal uang muka ini sudah diatur oleh OJK. Coba pihak multifinance bisa lebih menurunkan suku bunga kreditnya agar pembayaran kredit nasabah bisa lebih ringan, namun tetap memperhatikan kinerja keuangannya,” .

Terkait resiko kredit macet, harapannya multifinance dan OJK

memperhatikan dan mewaspadai rasio kredit macet secermat mungkin.
“Apalagi adanya pengaruh dinamika pertumbuhan ekonomi nasional, ancaman suku bunga tinggi, likuiditas perbankan, dan nilai tukar dollar Amerika yang masih tinggi,” /

Diketahui, berdasarkan statistik OJK RI, lembaga pembiayaan termasuk syariah di Indonesia per Agustus 2016 sudah mencapai 201 unit dengan aset mencapai 432,742 miliar. Sedangkan perusahaan modal ventura konvensional terdapat 62 unit dengan aset 10,699 miliar dan perusahaan pembiayaan infrastuktur berjumlah 2 unit dengan aset 44,282 miliar. Dengan demikian lembaga pembiayaan mencapai 265 unit dengan aset 487.723 miliar. (NR)

 

Sumber :

https://readymag.com/u30466596/1395599/

Author: eadp0