500-an Alumni Al Azhar Hadiri Reuni Akbar di Solo

500-an Alumni Al Azhar Hadiri Reuni Akbar di Solo

500-an Alumni Al Azhar Hadiri Reuni Akbar di Solo

500-an Alumni Al Azhar Hadiri Reuni Akbar di Solo
500-an Alumni Al Azhar Hadiri Reuni Akbar di Solo

500-an alumni Al Azhar dari seluruh Indonesia diperkirakan akan menghadiri reuni

dan juga silaturahmi akbar yang digelar di Solo, Jateng, Selasa (1/5). Tidak hanya para alumni, kegiatan ini juga akan dihadiri langsung oleh Grand Syeikh Al Azhar, Prof Dr Ahmed Mohammed Altayeb dan juga para ulama yang ada di Indonesia.

Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Dr M. Zainul Majdi MA atau yang akrab dipanggil Tuan Guru Bajang (TGB) selaku penyelenggara mengungkapkan, bahwa pertemuan para alumni Al Azhar ini atas permintaan Grand Syeikh Ahmeh Mohammed al Tayeb.

“Diperkirakan ada 500 alumni Al Azhar di Indonesia yang akan hadir dalam silaturahmi akbar ini,” ungkapnya saat ditemui di Hotel Alila Solo selaku tempat penyelenggaraan kegiatan, Selasa (1/5).

TGB melanjutkan, Grand Al Azhar berkeinginan untuk bisa mengadakan silaturahmi

dengan para alumni Al Azhar yang ada di Indonesia. Jumlah alumni Al Azhar di Indonesia sendiri jumlahnya sangat banyak bahkan mencapai lebih kurang 30 ribuan.

Dan lahan pengabdian di Indonesia sangat beragam. Ada yang di lahan pendidikan membangun sekolah dosen guru besar, pengusaha, politisi, anggota DPR, DPRD dan yang lainnya. “Luas sekali pengabdian tapi kami disatukan dengan apa yang diajarkan di Al Azhar yang disebut dengan Manhajul Wassatiyat yang disebut dengan pendekatan keislaman yang dibangun Al Azhar disebut Wassatiyat Islam atau Moderasi Islam,” terangnya.

Yang dimaksud moderasi Islam, lanjut TGB adalah tidak mempertentangkan hal

yang baik dalam kehidupan sosial. Pada kesempatan yang sama hadir pula Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin.

Menag menjelaskan bahwa kegiatan ini selain bertemu dengan alumni Al Azhar di Indonesia juga untuk bertukar pikiran. “Kegiatan ini juga untuk mengembangkan Islam Wassatiyat yakni Islam yang moderat,” katanya.

 

Sumber :

https://readthedocs.org/projects/ojelmandiri/

Author: eadp0