Leadership

Leadership

Leadership

Leadership
Leadership

Leader adalah pemimpin, seseorang yang dapat memengaruhi orang lain agar dapat bekerja lebih efektif untuk mencapai target dan mempertahankan proses kerja sama diantara anggota. Sedangkan yang dimaksud dengan leadership adalah proses dimana pemimpin dapat memberikan pengaruh. Menjadi seorang pemimpin membutuhkan keterampilan tertantu. Kemampuan yang dimaksud adalah kesanggupan untuk membantu grup dalam mencapai tujuan dan keefektifan dalam bekerjasama antar anggota yang disebut dengan leadership skill.

Definisi Konseptual

  1. Kepemimpinan adalah hubungan timbal balik antara proses yang melibatkan pemimpin, pengikut dan situasi kelompok. Hubungan antara pemimpin dengan pengikutnya adalah timbal balik. Kepemimpinan tidak dapat dipahami secara terpisah dari kepatuhan.
  2. Kepemimpinan adalah sebuah transaksi, proses perubahan sosial. Pemimpin dan anggota berkerja sama, saling menukar waktu, tenaga dan kemampuan untuk meningkatkan imbalan bersama.
  3. Kepemimpinan sering disebut dengan proses perubahan. Meninggikan motivasi anggota kelompok, kepercayaan diri dan kepuasan dengan menyatukan anggota dan mengubah tanggapan mereka, nilai-nilai dan kebutuhan-kebutuhan mereka.
  4. Kepemimpinan adalah proses pengaruh kerjasama yang sah daripada hanya kekuatan belaka.
  5. Kepemimpinan adalah sebuah proses pencarian tujuan yang adaptif, yang untuk itu, mengatur dan memotivasi usaha anggota kelompok dalam pencapaian tujuan kelompok dan pribadi.
  1. Leadership:Definisi Perilaku

            Secara umum terdapat sembilan tipe perilaku yang diturunkan lagi menjadi 4 yaitu:

  1. Consideration
  2. Initiating structure
  3. Production Emphasis
  4. Sensitivity

Hubungan perilaku-perilaku ini menunjukkan perasaan, perilaku dan kepuasan dari anggota kelompok serta sesuai dengan sisi interpersonal maupun socioemotional dalam suatu kelompok. Meskipun kelompok ini dapat menyelesaikan masalah, terkadang pemimpin harus mengambil keputusan untuk memenuhi kebutuhan pribadi para anggota. Hal-hal yang penting dalam mencapai hubungan kepemimpinan adalah meningkatkan semangat dan kekompakan, mengurangi konflik, peduli terhadap orang lain, dan membangun hubungan antar anggota (Lord, 1977).

 

  1. Karakteristik Pemimpin
  1. Charismatic Leaders

Charisma menurut kamus adalah sebuah kekuatan yang luar biasa dan dianggap sebagai keajaiban. Pemimpin yang karismatik terlihat menginspirasi pengikutnya untuk mencintai pemimpinnya, di lain waktu pemimpin yang karismatik menawarkan pengikut mereka dengan harapan untuk bebas dari penderitaan. Secara umum, pemimpin yang karismatik memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan sebuah kekuatan yang luar biasa dan visi kepada pengikutnya atau kemampuan untuk mencapai tujuan yang dapat menghapuskan penderitaan pengikutnya.

Machiavellianism

Pemimpin Machiavellianism percaya bahwa:

  1. a)Orang lain pada dasarnya lemah, mudah disalahkan, mudah dicurangi, dan tidak dapat dipercaya,
  2. b)Orang lain adalah objek yang bersifat umum,
  3. c)Seseorang seharusnya memanipulasi orang lain kapan pun itu diperlukan untuk mencapai tujuan.

Richard Christie menyatakan bahwa pemimpin Machiavellianismyang dapat memengaruhi pengikutnya untuk alasan pribadi dan politik memiliki 4 karakteristik yaitu:

  1.             Pemimpin terlibat secara emosional terhadap relasi interpersonal.
  2.             Pemimpin mengambil pandangan utilitarian dari pada pandangan moral terhadap interaksi mereka dengan orang lain, mereka tidak peduli dengan moralitas konvensional.

                            iii.            Pemimpin berhasil memanipulasi pengikut berdasarkan persepsi yang akurat mengenai kebutuhan pengikutnya.

  1.             Pada akhirnya dampak dari manipulasi yang sukses adalah fokus pada menyelesaikan sesuatu dari pada mencapai tujuan jangka panjang. Pemimpin Machiavellianism sedikit memiliki komitmen yang ideologis.

Trait Theories Of Leadership

Teori ini menjelaskan bahwa setiap leader memiliki karakter-karakter khusus yang dapat membedakannya dengan non-leader. Banyak penelitian yang telah meneliti mengenai karakteristik pemimpin yang baik salah satunya adalah penelitian milik Frederick Adams Woods (1913) yang mengkategorikan karakteristik pemimpin sebagai; kuat, lemah, atau sedang dalam hal intelektual dan karakteristik kepribadiannya. Penelitian lain milik Bird (1940) membandingkan karakteristik pemimpin dengan karakteristik pengikutnya. Bird mengemukakangeneral traits of leadership yaitu intelligence, initiative, sense of humour, danextroversion. Berdasarkan penelitian dari tahun 1948-1970 pemimpin yang dapat berhasil untuk menyelesaikan tugasnya biasanya memiliki karakteristik;intelligence, peka terhadap kebutuhan orang lain, serta bertanggung jawab, berinisiatif dan percaya diri.

Pemimpin yang sukses biasanya memiliki dorongan yang kuat untuk menyelesaikan suatu masalah, memiliki problem solving yang original, dapat menerima konsekuensi atas keputusan dan tindakannya, siap untuk menangani stress, serta dapat memengaruhi perilaku orang lain. Karakteristik-karakteristik ini kemudian dapat digunakan untuk membedakan leader dengan non-leader, effective leader dengan non-effective leader, dan higher-echelon dengan lower-echelonleader. Kesimpulannya adalah individu yang memiliki energy, dorongan, kepercayaan diri, dan kemampuan untuk menentukan kesuksesan akan menjadi pemimpin karena mereka akan bekerja keras untuk mendapatkan posisi sebagai pemimpin. Trait theory of leadership mendapatkan dukungan saat dipasangkan dengan teori social determinism. Social determinism  atau teori Zeitgeistmenyatakan bahwa peristiwa bersejarah ditentukan oleh kekuatan sosial, gerakan sosial, dan nilai-nilai sosial yang berubah.

Leadership Styles

          Terdapat tiga gaya kepemimpinan yang utama menurut Lewin, Lippit, dan White (dalam Forsyth,1999) yaitu: autocratic, democratic, dan laissez-faire. Pemimpin autocratic memberi perintah dan menetapkan semua kebijaksanaan tanpa melibatkan anggota yang lain. Pemimpin democratic menetapkan kebijakan melalui diskusi kelompok, menyemangati dan membantu anggota kelompok untuk berinteraksi, meminta anggota kelompok untuk dapat bekerja sama, dan menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan para anggotanya. PemimpinLaissez-faire tidak berpartisipasi didalam semua proses pembuatan keputusan di dalam kelompok.

          Leadership memengaruhi anggota kelompok. Leadership mengindikasikan adanya relasi antara pemimpin dan pengikutnya. Tanpa pengikut tidak akan ada pemimpin dan tanpa pemimpin tidak akan ada pengikut. Pemimpin menerima status, rekognisi, penghormatan, dan penguatan terhadap kontribusinya untuk mencapai tujuan dari kelompok.

Sumber : https://topsitenet.com/article/213042-chemical-periodic-table-system/

Author: eadp0