Terima Duta Bahasa Nasional, Ini Pesan Mendikbud untuk Bahasa Lokal

Terima Duta Bahasa Nasional, Ini Pesan Mendikbud untuk Bahasa Lokal

Terima Duta Bahasa Nasional, Ini Pesan Mendikbud untuk Bahasa Lokal

Terima Duta Bahasa Nasional, Ini Pesan Mendikbud untuk Bahasa Lokal
Terima Duta Bahasa Nasional, Ini Pesan Mendikbud untuk Bahasa Lokal

Kemendikbud — Sebanyak 32 pasang Duta Bahasa Nasional 2018

mengunjungi kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta (16/8/2018). Kedatangan mereka didampingi oleh Kepada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Dadang Sunendar dan diterima langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di Graha 1 Gedung A Kemendikbud.

Dalam kesempatan tersebut, Mendikbud berharap agar duta bahasa peduli terhadap bahasa lokal. “Saya minta ada perhatian juga duta bahasa ini di daerahnya masing-masing untuk peduli terhadap bahasa lokal, jadi jangan sampai mengalami kepunahan, syukur-syukur kamu ikut berpartisipasi untuk mempercepat penyerapan bahasa lokal itu kedalam bahasa nasional,” tuturnya.

Menteri Muhadjir berpesan kepada putra-putri terpilih tersebut agar kesempatan

 

yang mereka miliki saat ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin karena tidak semua anak mendapatkan peluang yang sama seperti yang mereka dapatkan.

“Jangan sampai yang sudah diseleksi sangat ketat ini kemudian ternyata mubazir tidak dimanfaatkan secara optimal terutama dalam keadaan dengan upaya kita untuk mengarusutamakan bahasa nasional kita. Ini kan peluang anda untuk terbang mengangkasa setinggi-tingginya, kan tidak semua anak punya peluang seperti anda,” ujarnya.

Duta Bahasa Nasional 2018 terdiri dari 62 putra-putri terbaik

yang merupakan hasil seleksi di provinsinya masing-masing. Dari 34 provinsi yang ada di Indonesia, tiga di antaranya masih belum memiliki kantor atau balai bahasa. Ketiga provinsi tersebut adalah Papua Barat, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Utara. Karena itu ketiganya sementara bergabung dengan provinsi lain, Papua Barat bergabung dengan Papua, Sulawesi Barat dengan Sulawesi Selatan, serta Kalimantan Utara dengan Kalimantan Timur. (MIranti Sarasinta/Aji Shahwin)

 

Sumber :

https://riviste.unimi.it/index.php/test03/comment/view/10097/73956/101124

Author: eadp0