Yayasan Perguruan Tinggi Jangan Pelit Kucurkan Dana Riset

Yayasan Perguruan Tinggi Jangan Pelit Kucurkan Dana Riset

Yayasan Perguruan Tinggi Jangan Pelit Kucurkan Dana Riset

Yayasan Perguruan Tinggi Jangan Pelit Kucurkan Dana Riset
Yayasan Perguruan Tinggi Jangan Pelit Kucurkan Dana Riset

Sebanyak 4.400 lebih yayasan penyelenggara perguruan tinggi mendeklarasikan pembentukan Aliansi

Penyelenggara Perguruan Tinggi (Apperti) di Jakarta (16/9). Deklarasi ini dihadari oleh Dirjen Riset dan Pengembangan (Risbang) Kemenristekdikti Muhammad Dimyati. Dia berpesan kepada yayasan penyelenggara perguruan tinggi supaya tidak pelit kucurkan dana riset.

Dimyati menjelaskan, indeks daya saing Indonesia mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir (2014-2016). Yakni dari peringkat 34, lalu turun ke tangga 37, dan terakhir berada di posisi 41. “Elemen perguruan tinggi, khususnya terakit inovasi memiliki peran dalam pengukuran indeks daya saing itu,” katanya.

Menurut Dimyati riset maupun inovasi bukan hanya tanggung jawab kampus negeri.

Tetapi juga menjadi tugas kampus swasta. Sebab kampus swasta juga terikat tri dharma yaitu pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Yayasan Perguruan Tinggi Jangan Pelit Kucurkan Dana Riset
Dirjen Risbang Kemenristekdikti Muhammad Dimyati menyampaikan paparan dalam forum deklarasi Aliansi Penyelenggara Perguruan Tinggi (Apperti) di Jakarta (16/9). (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)

Untuk itu dia berpesan supaya yayasan ikut andil menugucurkan dana riset kepada pengelola perguruan tinggi atau rektorat. “Mari introspeksi. Apakah selama ini dana riset yang dikucurkan sudah signifikan,” jelasnya.

Dia berharap dana riset yang dikucurkan tidak lagi dimaknai sebagai beban pengeluaran.

Lebih dari itu dana riset harus diposisikan sebagai investasi. Sebab pada suatu saat nanti akan menghasilkan return atau sumber pemasukan uang bagi kampus.

Selain itu Dimyati juga menegaskan, kampus yang memiliki iklim riset kuat, otomatis kualitasnya bagus. Dalam melakukan penelitian, dia juga berpesan supaya para dosen tidak memetingkan diri sendiri. “Misalnya meriset hanya untuk mengejar nilai angka kredit. Jangan sebatas itu,” jelasnya.

Dia memiliki harapan besar kepada Apperti itu ikut meningkatkan daya saing bangsa Indonesia. melalui jaringan kampus swasta yang tersebar di seluruh Indonesia, dia berharap Apperti ikut andil meningkatkan budaya inovasi di perguruan tinggi.

Ketua Umum Apperti Jurnalis Uddin menjelaskan budaya inovasi di perguruan tinggi memang harus ditumbuhkan. Namun dia tidak memungkiri, kondisi keuangan kampus swasta itu beragam. Mulai dari yang kuat, sedang, dan di bawahnya lagi. “Kita memiliki komitmen untuk saling membantu,” katanya.

Dia bahkan memiliki mimpi suatu saat nanti Apperti membentuk bank yang berasal dari konsorsium PTS seluruh Indonesia. PTS yang memiliki uang banyak, menanamkan uang saham lebih besar. Kemudian konsumen bank konsorsoium PTS ini adalah lingkungan kampus swasta sendiri. Baik itu lembaga, dosen, maupun mahasiswa di dalamnya. “Kita ingin kuat bersama,” jelasnya.

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/jenis-jenis-kata.html

 

Author: eadp0