Jokowi dan Sandi Dijadwalkan Rayakan Sumpah Pemuda di MilenialFest

Jokowi dan Sandi Dijadwalkan Rayakan Sumpah Pemuda di MilenialFest

Jokowi dan Sandi Dijadwalkan Rayakan Sumpah Pemuda di MilenialFest

Jokowi dan Sandi Dijadwalkan Rayakan Sumpah Pemuda di MilenialFest
Jokowi dan Sandi Dijadwalkan Rayakan Sumpah Pemuda di MilenialFest

Kalangan muda akan memperingati Sumpah Pemuda 28 Oktober 2018 dalam MilenialFest y

ang digelar di Jakarta, Minggu (28/10). Festival yang dihelat sehari penuh bertempat di XXI Ballroom Djakarta Theater akan diiisi talkshow, inspiring speech, dan expo milenial. Puluhan narasumber dijadwalkan hadir dan berbagi pengalaman pada festival ini, di antaranya Presiden Joko Widodo dan calon wakil presiden Sandiaga Uno.

Koordinator acara, M Arief Rosyid Hasan, melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (23/10), menyatakan narasumber dari berbagai bidang akan menyampaikan inspiring speech dan mengikuti talkshow. Rudiantara, Syafruddin, Erick Thohir, Ridwan Kamil, dan Nurdin Abdullah, akan mewakili pejabat, kepala daerah, dan tim kampanye. Dari kalangan politisi muda yang hadir adalah Maruarar Sirait, Faldo Maldini, dan Grace Natalie. Kemudian, Patrick Walujo, Bahlil Lahadalia, dan Teddy Oetomo mewakili kalangan pengusaha dan dari unsur seniman dan pekerja sosial, akan hadir Lala Timothy, Nirwan Arsuka, Hokky Situngkir, Mamat Alkatiri, Senoyodha Brennaf, Alfatih Timur dan Chelsea Islan.

Menurut Arief, MilenialFest bertujuan untuk menghubungkan generasi milenial untuk berbagi

dan bekerja sama di berbagai sektor, seperti politik, pemerintahan, sociopreneur, kebudayaan, dan inisiatif digital lainnya.

“Kami menghadirkan narasumber ternama untuk menginspirasi milenial dalam menghadapi tantangan zamannya. Para narasumber akan berbagi pengalaman terbaik yang telah mereka lakukan untuk mendorong perubahan di sektor masing-masing,” ujar Arief.

MilenialFest mengambil tema besar “Layani Generasi Kita” yang berisi ajakan kepada milenial

untuk membantu generasinya yang belum mendapatkan kesetaraan akses pendidikan dan pekerjaan.

“Gagasan ini kami anggap penting karena milenial merupakan generasi dengan jumlah terbesar di Indonesia, sekitar 85 juta jiwa. Mereka tidak seragam, terdiri terdiri dari kelompok yang berbeda secara sosial dan ekonomi,” katanya.

Dengan latar sosial dan ekonomi yang beragam itu, lanjut Arief, terjadi kesenjangan akses di bidang pendidikan, pekerjaan, dan teknologi, sehingga perlu upaya untuk menurunkan kesenjangan dengan cara berbagi dan bekerja bersama.

“Upaya ini adalah kerja besar yang tidak bisa dilakukan satu pihak. Kami berharap lewat acara ini, para narasumber akan berbagi pengalaman terbaik mereka dalam menyelesaikan persoalan di bidangnya masing-masing,” lanjut Arief.

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

Author: eadp0