Keterbukaan Daerah Terisolasi dan Pengembangan Riset serta Perbaikan Pendidikan Pacu Pertumbuhan Ekonomi di Papua

Keterbukaan Daerah Terisolasi dan Pengembangan Riset serta Perbaikan Pendidikan Pacu Pertumbuhan Ekonomi di Papua

Keterbukaan Daerah Terisolasi dan Pengembangan Riset serta Perbaikan Pendidikan Pacu Pertumbuhan Ekonomi di Papua

Keterbukaan Daerah Terisolasi dan Pengembangan Riset serta Perbaikan Pendidikan Pacu Pertumbuhan Ekonomi di Papua
Keterbukaan Daerah Terisolasi dan Pengembangan Riset serta Perbaikan Pendidikan Pacu Pertumbuhan Ekonomi di Papua

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir

mengatakan riset dan perbaikan di pendidikan menengah dan pendidikan tinggi dapat menjadi pendorong kemajuan Papua.

“Jika Papua ingin memajukan ekonomi, maka harus melakukan perbaikan di pendidikan menengah dan pendidikan tinggi, serta melakukan inovasi atau penelitian,” ujar Menristekdikti saat memberi kuliah umum di Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua, Senin (18/4).

Pendidikan dasar adalah faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi rendah.

Sedangkan pendidikan menengah dan tinggi adalah faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi sedang.

Jika dilihat dari Indeks Pengembangan Sumber Daya Manusia atau Human Development Index (HDI), Papua menempati urutan yang paling akhir dengan nilai 0,57.

Indeks tersebut diukur berdasarkan empat indikator yakni angka harapan hidup,

harapan tahun bersekolah, rata-rata waktu sekolah yang dijalani oleh orang berusia 25 tahun ke atas, dan pendapatan nasional bruto per kapita.

Menristekdikti juga mengutip laporan dari Organisasi Pembangunan PBB pada 2001 yang menyebutkan ada hubungan timbal balik antara peningkatan kemampuan sumber daya manusia, peningkatan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) dan pertumbuhan ekonomi.

Kemampuan sumber daya manusia yang tinggi akan menghasilkan kreativitas dan inovasi, yang pada akhirnya akan meningkatkan kemampuan Iptek.

 

Baca Juga :

 

 

Author: eadp0