Tidak Ada Bagian untuk Kerabat

Tidak Ada Bagian untuk Kerabat

Isa bin Uqbah r.a mengisahkan dikala Iyadh bin Ghanam r.a diangkat menjadi gubernur, serombongan keluarganya yang berasal dari area jauh singgah mengunjunginya bersama maksud menghendaki harta. Meskipun mereka bermaksud layaknya itu, Iyadh r.a selamanya menyambut mereka bersama baik dari hormat.

Setelah sebagian hari menginap di kediaman sang gubernur, mereka pun pamit pulang. Masing-masing dari mereka yang berjumlah lima orang diberi bekal sepuluh dinar. Kontan mereka menolaknya mentah-mentah. Mereka pikir uang sejumlah itu tidak bakal cukup sebagai bekal perjalanan jauh. Apalagi sebagai seorang gubernur, sudah pasti dapat berikan uang lebih dari itu.

Iyadh r.a pun mengatakan bersama sabar, “Wahai kerabatku. Aku menghormati perjalanan jauh yang kalian tempuh dan saya mengakui bahwa kalian adalah kerabatku. Namun, ketahuilah bahwa harta yang saya berikan kepada kalian tidak lain adalah hasil dari menjual budakku dan barang-barang milikku! Maafkan saya kalau tidak dapat memenuhi keinginan kalian!”

“Sungguh keterlaluan! Kau adalah penguasa separuh Syam, tapi kau tidak rela berikan harta yang cukup untuk perjalanan kami!” ungkap kerabat Iyadh r.a bersama kesal.

Iyadh r.a menanggapi, “Apakah kalian menghendaki saya mengambil harta Allah untuk kalian? Demi Allah, lebih baik saya dibelah bersama gergaji ketimbang mengambil harta Allah walau cuma sepeser!”

Mereka pun mengajukan usul, “Kalau begitu, angkatlah kami menjadi pejabatmu sebagaimana orang lain melakukannya. Kami berjanji tidak bakal menyalahgunakan jabatan kami!”

“Aku mengenal kebaikan kalian, tapi Khalifah Umar bin Khaththab dulu mencelaku dikala saya mengangkat sebagian orang dari kaumku untuk menjadi bawahanku,” tandas Iyadh r.a.

Baca Juga :

Author: eadp0