Himapol Unsyiah Diskusikan Ancaman Konflik Sosial Akibat Kasus Ahok

Himapol Unsyiah Diskusikan Ancaman Konflik Sosial Akibat Kasus Ahok

Himapol Unsyiah Diskusikan Ancaman Konflik Sosial Akibat Kasus Ahok

Himapol Unsyiah Diskusikan Ancaman Konflik Sosial Akibat Kasus Ahok
Himapol Unsyiah Diskusikan Ancaman Konflik Sosial Akibat Kasus Ahok

Sejak awal kemunculannya kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja

Purnama atau yang akrab disapa Ahok, telah menjadi sorotan publik dan menimbulkan sikap pro dan kontra di tengah masyarakat.

Pasca resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polisi, proses persidangan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama telah berlangsung sebanyak empat kali dengan menghadirkan berbagai saksi dari pihak terlapor dan pelapor.

Proses hukum yang tak kunjung tuntas dan berakhir itu membuat situasi belum kondusif, hal itu juga diperparah dengan keraguan dan ketidakpercayaan sebagian kelompok masyarakat terhadap pemerintah dalam menyelesaikan kasus dugaan penistaan agama itu melalui aksi pengawalan dalam proses hukum kasus tersebut.

Derasnya arus desakan dan respon pro dan kontra yang semakin tajam memberikan sinyal

bahwa isu dugaan penistaan agama itu akan meluas. Riak-riak gesekan antara massa pro dan kontra terhadap terdakwa kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu sudah mulai terlihat pada bentrokan yang nyaris terjadi pada saat persidangan berlangsung. Dua kelompok massa pro dan kontra yang berbeda pandangan itu terus saling mendiskreditkan

Melihat fakta itu, Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol) FISIP Unsyiah, berinisiatif untuk membuat kegiatan diskusi publik yang dilaksanakan pada hari sabtu pukul 09.00 WIB dengan tema “Kompleksitas Prosesi Hukum Terhadap Ahok dan Ancaman Konflik Sosial”. Diskusi ini akan menghadirkan narasumber pakar dari berbagai unsur dan acara diskusi ini juga terbuka untuk umum dan semua kalangan.

Ikhwan Kartiwan selaku ketua Himapol menyampaikan bahwa diadakannya diskusi publik ini

untuk mengetahui persoalan-persoalan dalam prosesi hukum kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok dan untuk mengetahui ancaman dan potensi konflik sosial yang ditimbulkan akibat kasus tersebut.

“Dalam diskusi ini kita akan menggali apa permasalahan-permasalahan dalam prosesi hukum kasus ahok? Dan potensi konflik sosial yang ditimbulkan oleh kasus yang tidak kunjung selesai itu” jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa tidak bisa dipungkiri bahwa realitas informasi melalui media sosial dan pemberitaan yang masif terkait kasus ahok dapat menyulutkan sentimen bernuansa SARA yang dapat menular ke beragam daerah propinsi di Indonesia yang terdiri dari beragam etnis dan juga agama.

“Polemik kasus ahok dikhawatirkan dapat menyulutkan api dalam sekam dalam bentuk kerusuhan dan memicu konflik sosial yang lebih besar” ungkapnya.

“Kegaduhan yang disulut oleh proses hukum kasus ini rawan terjadinya konflik sosial antar kelompok masyarakat, dan ini akan kita kupas nantinya dalam diskusi ini,” tutup Ikhwan. [Rel]

 

Sumber :

https://mhs.blog.ui.ac.id/lili.ariyanti/2018/01/06/sejarah-kerajaan-sriwijaya/

Author: eadp0