Miris! Ada Siswa di Kota Bogor Makan Sekali Sehari

Miris! Ada Siswa di Kota Bogor Makan Sekali Sehari

Miris! Ada Siswa di Kota Bogor Makan Sekali Sehari

Miris! Ada Siswa di Kota Bogor Makan Sekali Sehari
Miris! Ada Siswa di Kota Bogor Makan Sekali Sehari

Meski Kota Bogor berdekatan dengan Istana Kepresidenan, nyatanya masih ada siswa

yang hidupnya mem­prihatinkan. Kepala Dinas Pen­didikan (Kadisdik) Kota Bogor, Fachrudin, mengakui masih ada siswa tingkat SD yang hanya ma­kan satu kali dalam sehari.

Saat memberikan pengarahan dalam acara Sosialisasi Sekolah Sehat di aula Dinas Pendidikan Kota Bogor Rabu (13/3), Fachru­din menceritakan pengalamannya saat masuk ke ruang kelas di SDN Situgede 1. Saat itu ia melontarkan pertanyaan pada siswa. “Saya tanya ke mereka (siswa, red). Si­apa yang makannya tiga kali se­hari? Ada beberapa siswa yang mengacungkan tangan,” ucapnya.

Tak sampai di situ, Fachrudin pun kembali bertanya. “Siapa yang makannya sehari dua kali.

Ba­nyak juga yang mengacungkan tangan. Lalu saya bertanya lagi. Siapa yang makannya hanya se­kali dalam sehari, ternyata ada juga yang mengacungkan tangan dan saya sangat terkejut saat itu,” kata Fachrudin yang biasa disapa Fahmi itu.

Di hadapan ratusan kepala se­kolah, Fahmi mengaku miris me­lihat kenyataan tersebut. “Miris saya melihat kenyataan ini, ini di Kota Bogor loh, ternyata masih ada siswa-siswi kita yang hanya bisa makan satu kali dalam se­hari,” ungkapnya.

Menurut Fahmi, kondisi ini jadi tanggung jawab bersama un­tuk menjaga kesehatan dengan meningkatkan gizi makanan anak,

meningkatkan pola hidup sehat anak anak, mendorong asupan makanan yang cukup bagi anak-anak. “Termasuk kebutuhan ma­kan, karena apa pun alasannya, mereka itu calon pengganti kita di masa yang akan datang,” tegas­nya.

Ia juga menyesalkan saat in­speksi mendadak (sidak) ke SD tersebut, ia menemukan fakta lapangan bahwa ada dua siswa yang membersihkan ruang kelas. “Saya heran kenapa kelas sebesar ini dibersihkan hanya dua orang. Harusnya kan kelas itu dibagi yang piket setiap hari. Bukan seming­gu sekali. Mana bisa bersih dan nyaman,” sesalnya.

Ia pun meminta para guru turut mendampingi siswa yang piket. Sebab, budaya gotong-royong harus diperkenalkan sejak dini. “Jika dilakukan bersama yakinlah sekolah akan bersih dan tentunya akan semakin kinclong dan sehat,” tegasnya.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/ST7WBCF

Author: eadp0