Belum Pindah Alamat, Keluarga Miftah Mengaku Kesulitan Biaya Berobat

Belum Pindah Alamat, Keluarga Miftah Mengaku Kesulitan Biaya Berobat

Belum Pindah Alamat, Keluarga Miftah Mengaku Kesulitan Biaya Berobat

Belum Pindah Alamat, Keluarga Miftah Mengaku Kesulitan Biaya Berobat
Belum Pindah Alamat, Keluarga Miftah Mengaku Kesulitan Biaya Berobat

Pihak keluarga, Miftah Ramadhoni (21) mengaku kesulitan biaya pengobatan.

Pasalnya warga yang sudah lebih 10 tahun tinggal di Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto ini belum mengurus surat pindah.

Ayah Miftah, Purdan Hariono (50) mengatakan, meski ia sudah menikah dengan istri keduanya, Amelia (26) dan tinggal di Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto sejak 10 tahun lalu, namun ia belum mengisi surat pindah.

“Segala pengobatan sudah saya coba termasuk membawa ke kyai, saya binggung

karena biaya. Saya tidak bisa mengurus karena warga Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Pihak kecamatan minta surat nikah, surat nikah saya hilang jadi saya tidak berani kembali,” ungkapnya, Rabu (13/2/2019).
Baca Juga:

Miftah Gadis Tulang Berbalut Kulit Diduga Kebanyakan Minum Obat
Pengakuan Pelaku, Video Mesum Direkam Bergantian
Video dan Capture Foto Mesum Dilakukan Sepasang Kekasih
Viral Doa Neno Warisman, PPP: Doa Seharusnya Menyejukkan
Pihak Sekolah Akui Video Pelajar Remas ‘Bagian Tubuh Sensitif’ Muridnya

Masih kata Purdan, kondisi anak satu-satunya dari istri pertama tersebut drop dan berat badan menurun sejak tiga tahun. Miftah juga mengalami kelainan pada tulang punggungnya, tulang punggungnya tak bisa menahan beban tubuhnya sehingga sering jatuh.

“Dia tambah kurus dan drop sejak tiga tajun, meski tidak sekolah sejak SMP

tapi masih bisa bermain dengan teman-temannya. Kondisinya seperti ini sejak tiga tahun lalu, kata dokter tulang belakang bengkok. Saya diminta membeli alat Rp5 juta tapi saya tidak punya uang,” katanya.

Beberapa rumah sakit sempat menjadi tempatnya berobat, meski hanya rawat jalan saja. Meski kesulitan mengurus surat-surat karena terkendala administrasi, namun Purdan mengaku, Miftah mempunyai kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mandiri.

“Biaya pengobatan selama ini ya dari BPJS tapi untuk alat seharga Rp5 juta yang disarankan dokter, harus beli sendiri. Karena tidak ada uang, ya tidak saya belikan. Kalau untuk urusan makan, dia makannya biasa. Pagi susu dan roti, sore makan nasi,” tuturnya

 

Sumber :

https://www.ram.co.id/

Author: eadp0