Konsep Konservatisme

Konsep Konservatisme

Konsep Konservatisme

Konsep Konservatisme
Konsep Konservatisme

Beberapa bulan yang lalu, ketika saya mengisi kuliah umum di kampus STIE Kesatuan Bogor, saya mendapat pertanyaan mengenai tidak digunakannya lagi konsep konservatisme dalam IFRS. Pada waktu itu, pertanyaan ini belum dapat saya jawab karena saya sendiri belum mencari tahu lebih lanjut mengenai hal ini. Kemudian, karena rasa ingin tahu yang cukup kuat (dan perasaan bersalah karena tidak dapat menjawab pertanyaan pada waktu itu), saya bertanya pada pakar SAK, Bapak Sriyanto. Menurut beliau, konsep yang digunakan sekarang adalah prudence bukan lagi conservatismConservatism itu konsepnya kalau untung mengakuinya hati2, tapi kalo rugi langsung diakui. Namun dalam konsep prudence, atau kehati-hatian, pendapatan atau untung diakui jika memang syarat2nya sudah terpenuhi. Contohnya di PSAK Pendapatan, ada syarat-syarat ketika pendapatan dapat diakui. Ketika syarat-syarat pengakuan pendapatan belum terpenuhi maka pendapatan belum dapat diakui. Tapi saya masih kurang puas dengan jawaban ini.

Nah, beberapa waktu lalu saya menemukan jurnal menarik mengenai conservatism under IFRS. Di sini saya menemukan jawaban atas pertanyaan ‘hilang’nya konsep/prinsip konservatisme(conservatism) dalam IFRS. Jika anda juga ingin tahu jawabannya, silakan baca jurnal yang saya maksud dalam sumber ddi bawah ini.

Sumber : https://penzu.com/public/0f583643

 

Author: eadp0