Lulusan Pesantren Alami Keresahan Finansial, Ini Tips dari KH Nurul Huda

Lulusan Pesantren Alami Keresahan Finansial, Ini Tips dari KH Nurul Huda

Lulusan Pesantren Alami Keresahan Finansial, Ini Tips dari KH Nurul Huda

Lulusan Pesantren Alami Keresahan Finansial, Ini Tips dari KH Nurul Huda
Lulusan Pesantren Alami Keresahan Finansial, Ini Tips dari KH Nurul Huda

Apa penjelasan paling masuk akal atas kondisi alumni pesantren

yang mengalami keresahan finansial? Padahal, lapangan kerja kreatif terbuka sangat lebar.
Berita Terkait
Sejumlah Tokoh dan Pesantren Raih Santri of The Year 2019
Santri of The Year 2019 | Plt Dirjen PPU Kemendagri Sebut Santri Tiang Negara
Forum Santri Indonesia Mau Gelar Acara di Asrama Haji

Demikian pertanyaan ironi Pengasuh Pesantren Motivasi Indonesia, Burangkeng, Setu, Bekasi, Jawa Barat, KH Nurul Huda, saat berbincang santai dengan wartawan di rumahnya pada Senin (7/10/2019) malam.

Bahkan, lanjutnya, kalaupun tidak bicara pekerjaan, seharusnya tauhid

para santri yang original itu tidak akan membuat resah, gundah, dan gelisah.

“Memang. Ini proses yang belum selesai,” lanjut Ayah Enha, demikian sapaan akrabnya.

Dikatakan, hiburan paling khas kaum beragama adalah sabar menanti, yang menjadi sebuah kelapangan dan bagian dari ibadah.

Ia lantas menyebutkan sebuah hadits populer riwayat Imam Bukhori, ‘Sebaik-baiknya ibadah adalah menunggu suatu pembukaan (pembebasan) dari kesulitan’.

“Bahwa ‘susahmu’ itu berpahala, iyakan saja. Terima dengan damai, bonus keimananmu. Tapi tidak lantas kamu diam, lalu mengeluh sepanjang masa menganggurmu,” kata kiai jebolan Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri, ini.

Ia melanjutkan, keluhan itu menjadi seolah menafikan bait alfiyah yang telah dihafal

, tidak lagi memahami susunan i’rab suatu kalimat yang biasa dicermati, tidak percaya kemampuan mengolah kalimat ikhbar hingga belasan, dan menafikan lalaran tashrif lughowi.

“Sehingga pada tingkat kesulitan tertentu, kamu butuh langgam sret-sret kala mendendangkannya. Kamu nafikan semuanya, maka pondasi ilmu tauhid itu yang paling utama,” kata Ketua Divisi Usaha dan Pengembangan Ekonomi Umat Lemabaga Dakwah (LD) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini.

Menurutnya, semua hal itu adalah soal persepsi. Maka bagi santri alumni pondok pesantren yang mengalami situasi seperti itu harus segera keluar dari kerangkeng berpikir yang sekarang. Sebab, pesantren mengajarkan kemandirian dengan jejaring pertemanan yang luas.

“Kamu masih ingat bahwa pesantren mengajarkan kreativitas? Mulai dari bertahan hidup lewat ngeliwet, seduhan mie rebus di plastiknya dengan karet gelang sebagai pengikat, melipat baju dengan buku sebagai tatakan, dan mengaitkan tali seadanya buat jemuran baju,” kata Ayah Enha mengingatkan berbagai kejadian yang umumnya terjadi di kehidupan pesantren.

 

Sumber :

https://mybelmont.belmontcollege.edu/ICS/Academics/ADN/ADN__2140C/2018_SG-ADN__2140C-02A/Blog_4.jnz?portlet=Blog_4&screen=View+Post&screenType=next&Id=eeb2f7bb-92d1-4ecb-840f-b9301671d4f7

Author: eadp0