Tahap Kegiatan Merupakan

Tahap Kegiatan Merupakan

Tahap Kegiatan Merupakan

Tahap Kegiatan Merupakan
Tahap Kegiatan Merupakan

Tahapan kegiatan merupakan tahap inti dari proses suatu kelompok dan merupakan kehidupan yang sebenarnya dari kelompok. Tahapan kegiatan selalu dianggap sebagai tahapan yang selalu produktif dalam perkembangan kelompok yang bersifat membangun (contructive nature) dan dengan pencapaian hasil yang baik (achievement of results) selama tahapan kerja hubungan anggota kelompok lebih bebas dan lebih menyenangkan. Hubungan antar anggota berkembang dengan baik (saling tukar pengalaman, membuka diri secara bebas, saling tanggap dan tukar pendapat, dan saling membantu). Dalam perkembangan kelompok, tahapan kegiatan merupakan kekuatan therapeutik seperti keterbukaan terhadap diri sendiri dan orang lain dan munculnya ide-ide baru yang membangun. Apapun yang menjadi tujuan, suatu kelompok yang sehat akan menampilkan keakraban, keterbukaan (self disclosure), umpan balik, kerja kelompok, konfrontasi dan humor. Perilaku-perilaku positif yang dinyatakan dalam hubungan interpersonal antar anggota akan muncul dalam hubungan sebaya (peer relationships).

Tahap ini sangat  menentukan keberhasilan kegiatan kelompok. Jika tahap sebelumnya berhasil dengan baik, maka tahap ini akan berlangsung dengan lancar.

Dalam BKp tahap ini diwujudkan dalam kegiatan-kegiatan :

a.  Masing-masing  anggota  secara  bebas  mengemukakan   topik bahasan  (kelompok bebas); Pemimpin kelompok mengemukakan suatu topik untuk dibahas oleh kelompok (kelompok tugas).

b.  Menetapkan topik yang akan dibahas terlebih dahulu (kelompok bebas); Tanyan jawab antara anggota dan pemimpin kelompok tentang hal-hal yang  belum jelas, yang menyangkut topik yang dikemukakan pemimpin kelompok (kelompok tugas).

c.   Anggota membahas topik secara mendalam dan tuntas.

d.   Kegiatan selingan

Dalam KKp tahap ini diwujudkan dalam kegiatan-kegiatan :

a.  Setiap anggota kelompok mengemukakan masalah pribadi yang perlu mendapat bantuan kelompok untuk pengentasannya.

b.  Kelompok memilih masalah mana yang hendak dibahas dan dientaskan pertama, kedua, ketiga, dst.

c. Klien (anggota kelompok yang masalahnya dibahas) memberikan gambaran yang lebih rinci mengenai masalah yang dialaminya.

d. Seluruh anggota kelompok aktif membahas masalah klien melalui berbagai cara, seperti  : bertanya, menjelaskan, mengkritisi, memberi contoh, mengemukakan  pengalaman pribadi, menyarankan.

e. Klien setiap kali diberi kesempatan untuk merespon apa-apa yang ditampilkan oleh rekan-rekan anggota kelompok.

f.   Kegiatan selingan

Sumber : https://andyouandi.net/

You May Also Like

About the Author: eadp0