Cadangan Makanan Phaeophyta

Cadangan Makanan Phaeophyta

Cadangan Makanan Phaeophyta

Cadangan Makanan Phaeophyta

Cadangan makanan pada Phaeophyta berupa laminarin, yaitu sejenis karbohidrat yang menyerupai dekstrin yang lebih dekat dengan selulose dari pada zat tepung.selain laminarin juga ditemukan manitol minyak dan zat-zat lainnya.Semua cadanganmakanan Phaeophytadisimpan dalam keadaan terlarut, tetapi tidak pasti apakah dalam sitoplasma, atau seluruh protoplas tersebut.


Cadangan karbohidrat utama adalah laminarin, senyawa yang ditemukan hanya di Phaeophyta.Ada juga mungkin merupakan akumulasi manitol.Ketika laminarin diekstrak dari ganggang itu adalah bubuk putih yang larut hambar, terdiri dari sejumlah unit glukosa terkait tetapi tidak pasti apakah ada 16 atau 20 unit glukosa.Laminarin dapat terakumulasi dalam jumlah yang cukup untuk membentuk 7-35 persen dari berat kering tanaman.


Manitol, karbohidrat cadangan lainnya, adalah alkohol hexahydric.Jumlahnya adalah minimal di musim dingin dan mencapai maksimum di musim panas.Jumlah dalam tanaman ini juga berkorelasi dengan kedalaman di mana talus yang tumbuh, dan besar yang terendam paling dalam dibandingkan yang tumbuh di dekat permukaan air.


Alat gerak Phaeophyta

Berupa flagel, terletak pada sel-sel perkembangbiakan dan letaknya lateral.Berjumlah 2 yang heterokon dan terdapat di bagian samping badannya yang berbentuk pir atau sekoci.Pada waktu bergerak ada yang panjang mempunyai rambuat-rambut mengkliat menghadapi kemuka dan yang pendek menghadap kebelakang.Dekat dengan keluarnya flagel terdapat bintik mata yang berwarna kemerahan.


Reproduksi Phaeophyta

Perkembangbiakan pada Phaeophyta dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dengan pembentukan zoospora berflagela dan fragmentasi, sedangkan reproduksi seksual terjadi secara oogami atau isogami. Reproduksi seksual alga cokelat hampir serupa dengan pembiakan generatif tumbuhan tingkat tinggi. Contohnya adalah reproduksi pada Fucus vesiculosus. Selain berkembang biak secara aseksual dengan fragmentasi, Fucus vesiculosus juga berkembang biak dengan cara seksual dengan oogami.


Proses oogami adalah sebagai berikut. Ujung lembaran talus yang fertil membentuk reseptakel, yaitu badan yang mengandung alat pembiak.Di dalam reseptakel terdapat konseptakel yang mengandung anteridium yang menghasilkan sel kelamin jantan (spermatozoid) dan oogonium yang menghasilkan sel telur dan benang-benang mandul (parafisis).


Anteridium berupa sel-sel berbentuk jorong yang terletak rapat satu sama lain pada filamen pendek bercabang-cabang yang muncul dari dasar dan tepi konseptakel. Tiap anteridium menghasilkan 64 spermatozoid.Oogonium berupa badan yang duduk di atas tangkai.Oogonium jumlahnya sangat banyak dan tiap oogonium mengandung 8 sel telur. Akan tetapi, hanya 40% dari sel telur yang dapat dibuahi dan hanya 1 atau 2 dari setiap 100.000 spermatozoid dapat membuahi sel telur. Zigot lalu membentuk dinding selulosa dan pektin, kemudian melekat pada suatu substrat dan tumbuh menjadi individu baru yang diploid.


Sumber: https://itms.co.id/postknight-apk/

You May Also Like

About the Author: eadp0