Hubungan Antara Stock Split Dengan Harga Saham

Hubungan Antara Stock Split Dengan Harga Saham

Hubungan Antara Stock Split Dengan Harga Saham

Hubungan Antara Stock Split Dengan Harga Saham
Hubungan Antara Stock Split Dengan Harga Saham

Hubungan Antara Stock Split Dengan Harga Saham dan Keuntungan (Return Saham)

1. Harga Saham

Salah satu faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran saham adalah tingkat harga saham tersebut. Bila harga saham tersebut dinilai terlalu tinggi oleh pasar, maka jumlah permintaanya akan berkurang. Sebaliknya bila pasar menilai bahwa harga saham tersebut terlalu rendah, jumlah permintaanya akan meningkat. Tingginya harga saham akan mengurangi kemampuan para investor untuk membeli harga saham tersebut. Hukum permintaan dan penawaran kembali berlaku dan sebagai konsekuensinya harga saham yang tinggi tersebut akan menurun sampai tercipta posisi keseimbangan yang baru (Ewijaya, 1999 : 53-54). Informasi yang sepenuhnya tercermin pada harga saham akan sangat berharga bagi para pelaku pasar modal dan institusi yang berkaitan seperti BEJ, BAPEPAM dan IAI. Para pelaku pasar modal khususnya para investor sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga saham suatu perusahaan dan informasi yang menyebabkan perubahan harga saham tersebut. Beaver mengatakan bahwa harga saham menjadi sangat penting bagi investor, karena mempunyai konsekuensi eekonomi secara umum perubahan harga saham dapat mengakibatkan perubahan perilaku konsumsi dari investor-investor (Ewijaya, 1999 : 56). PT. Bursa Efek Jakarta menetapkan fraksi harga yang wajar dalam kisaran prosentase antara 1 %-5 % dari harga pokok untuk emiten yang akan stock split, menerbitkan saham baru atau right issue.

Prosentase ini dengan memperhatikan kondisi perdagangan saham saat ini serta penetapan fraksi dibeberapa bursa luar negeri (Mas Achmad Daniri, Bisnis Indonesia, 1999). Cara yang dilakukan emiten untuk mempertahankan agar sahamnya tetap berada dalam rentang perdagangan yang optimal, sehingga daya beli investor meningkat terutama untuk investor kecil, yaitu dengan melakukan pemecahan saham. Dimana pemecahan saham (stock split) dapat menurunkan harga saham yang dinilai terlalu tinggi menjadi rendah.

2. Keuntungan (Return)

Investor yang ingin memaksimalkan keuntungan yang diharapkan harus juga menoleransi resiko (Fischer, 1996 : 65). Investasi yang efisien adalah investasi yang memberikan resiko tertentu dengan tingkat keuntungan yang terbesar, atau tingkat keuntungan yang terbesar dengan resiko terkecil. (Suad Husnan, 1997 : 169). Dengan kata lain kalau ada dua usulan investasi yang memberikan tingkat keuntungan yang sama, tetapi mempunyai resiko yang berbeda yang rasional maka investor yang rasional atau memilih investasi yang mempunyai resiko lebih kecil. Return merupakan motivasi dan prinsip penting dalam investasi serta merupakan kunci yang memungkinkan investor memutuskan pilihan alternatif investasinya. Ada dua istilah dalam return yaitu. (Fischer, 1996 : 67).

a. Realized return (return realisasi), merupakan return yang terjadi.

Return realisasi dihitung berdasarkan data historis. Return realisasi penting karena digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja dari perusahaan.

b. Expeted return (return ekspektasi), adalah return yang diharapkan akan diperoleh oleh investor dimasa mendatang. Berbeda dengan return realisasi yang sifatnya sudah terjadi, return ekspektasi sifatnya belum terjadi.

Return dalam investasi mempunyai dua komponen yaitu :

a. Tingkat keuntungan yang normal atau diharapkan tingkat keuntungan ini merupakan bagian dari tingkat keuntungan aktual yang diperkirakan (atau diharapkan) oleh pemegang saham, tingkat keuntungan tersebut dipengaruhi oleh informasi yang dimiliki oleh para pemodal.

b. Tingkat keuntungan yang tidak pasti atau beresiko, bagian tingkat keuntungan ini berasal dari informasi yang bersifat tidak terduga.

c. Resiko merupakan kemungkinan penyimpanan tingkat keuntungan yang sesungguhnya (aktual return) dari tingkat keuntungan yang diharapkan (expected return) (Van Horne,1991 ; 37). Secara sederhana investasi dapat di artikan sebagai cara penanaman modal baik langsung maupun tidak langsung yang bertujuan untuk mendapatkan manfaat tertentu sebagai hasil penanaman modal tersebut. Dalam setiap keputusan investasi sebagai seseorang yang rasional, perhatian investor akan diarahkan pada tingkat pengembalian (rate of return) investasi. Ia akan memiliki investasi yang menjanjikan tingkat keuntungan return tertinggi. Return dan resiko mempunyai hubungan yang positif, semakin besar resiko suatu sekuritas, semakin besar return yang diharapkan. Sebaliknya juga benar yaitu semakin kecil return yang diharapkan semakin kecil resiko yang harus ditanggung. Begitu juga dengan stock split yang mempunyai hubungan yang positif terhadap return. Dari harga saham stock split tersebut, emiten berharap memperoleh return yang besar, karena harga saham setelah yang dipecah nilainya menjadi lebih kecil, sehingga para investor menanamkan modal semakin besar para investor menanamkan modalnya akan semakin banyak return yang akan diperoleh oleh emiten.

Sumber : https://rakyatlampung.co.id/faraway-4-apk/

You May Also Like

About the Author: eadp0