KRITIK-KRITIK TERHADAP STATISTIK SOSIAL

KRITIK-KRITIK TERHADAP STATISTIK SOSIAL

KRITIK-KRITIK TERHADAP STATISTIK SOSIAL

  1. Petugas tidak mengumpulkan data apa yang ada di lapangan, tetapi mengubahnya dengan maksud tertentu atau untuk menyenangkan pihak tertentu (asal bapak senang atau ABS) sehingga data yang dikumpulkan kurang atau objektif
  2. Petugas tidak terjun ke lapangan, tetapi cukup di belakang  meja saja mengisikan data menurut perkiraanya saja atau data tidak akurat.
  3. Pengumpul data menggunakan data yang sudah daluarsa.
  4. Data yang dikumpulkan tidak relevan dengan masalah yang diteliti atau yang dilaporkan.

KRITIK-KRITIK TERHADAP STATISTIK SOSIAL

  1. KESALAHAN-KESALAHAN UMUM DALAM MENGGUNAKAN STATISTIK
  1. Memilih statistik yang tidak cocok untuk analisis penelitiannya.
  2. Mengumpulkan data penelitian, sebelum mwmutuskan statistik yang akan digunakan untuk menganalisis data tersebut.
  3. Hanya menggunakan sebuah prosedur statistik, yang sebenarnya beberapa prosedur dapat diterapkan terhadap data tersebut.
  4. Menggunakan statistik parametrik terhadap data yang nyata sekali harus menggunakan statistik nonparametrik.
  5. Telah menekankan pentingnya perbedaan-perbedaan yang kecil dari perhitungan statistik. 
  6. Menunjukan analisis statistik, sebelum skor-skor individual yang dikumpulkan diuji dengan teliti.
  7. Tidak mempertimbangkan bagaimana mengatur analisis statistik berdasarkan data yang hilang (tidak lengkap).
  8. Menggunakan seorang indivual sebagai unit analisis statistik, yang sebenarya lebih tepat menggunakan rata-rata grup sebagai unitnya.
  1. LANDASAN KERJA STATISTIK
  2. Variasi

Satistik bekerja dengan keadaan yang berubah-ubah (variasi). Misalnya: keadaan penduduk, keuangan, GNP, kelahiran, kematian, peserta KB dan sebagainya.

  1. Reduksi

Statistik  bekerja secara reduksi, artinya tidak seluruh informasi yang harus di olah. Tidak seluruh orang harus diteliti (populasi), melainkan cukup dengan sampel-sampel yang mewakili saja. Tentu saja sampel itu harus reprensentatif. Untuk mendapatkan sampel yang representatif diperlukan pemahaman tentang tehnik sampling.

  1. Generalisasi

Statistik induktif bekerja untuk menarik kesimpulan umum (generalisasi) yang berlaku untuk anggota-anggota populasinya berdasarkan sampel-sampel yang representatif tadi. Misalnya: kita tidak mungkin meneliti semua produksi kekuatan 100.000 baut terhadap kekuatan patahnya, tetapi cukup melalui sampel saja misalnya hanya 384 buah saja untuk setiap 100.000 baut, kalau kita uji semua kekuatan patah untuk 100.000 maka “apa yang akan diproduksi dan dijual?”.

  1. Spesialisasi

Statistik selalu berkenaan dengan angka-angka saja (kuantitatif). Statistik mempunyai angka-angka yang lebih nyata, pasti dan dapat diukur dengan angka-angaka.Istilah-istilah seperti: pada umumnya, kira-kira, kurang lebih, kebanyakan, biasanya sedikit, biasanya banyak, lumayan, cukupan, sedang-sedang saja, hampir tidak pernah dikenal dalam analisis statistik. Agar data kualitatif dapat distatistikan, maka data itu harus dibobot dulu. Misalnya sangat setuju = 5, setuju = 4,  ragu-ragu = 3, tidak setuju = 2,  dan sangat tidak setuju = 1.

sumber :

https://multiply.co.id/ultimate-dog-simulator-apk/

You May Also Like

About the Author: eadp0