NVIDIA GeForce GTX 1050 Ti

NVIDIA GeForce GTX 1050 Ti

NVIDIA GeForce GTX 1050 Ti

 

NVIDIA GeForce GTX 1050 Ti
NVIDIA GeForce GTX 1050 Ti

NVIDIA GeForce menciptakan GPU GTX seri 10 mereka dengan GTX 1050 dan 1050 TI, yang kemungkinan akan menjadi seri yang terakhir sampai tahun depan. Untuk anda yang mencari ulasan tentang GTX 1050 pindahlah ke situs lain, karena kami akan berfokus pada NVIDIA GeForce GTX 1050 TI.

Seluruh produsen yang berfokus pada produk GPU atau Graphic Processor Unit memiliki caranya tersendiri. Contohnya seperti Samsung. Mereka memiliki cara dalam pembuatan GPU dengan proses FinFET 14 nm yang diklaim sebagai cara yang dapat menurunkan konsumsi daya, namun meningkatkan daya kerja prosesor GTX. Dalam seri GTX 1050 tidak diciptakan pada teknologi dasar yang sama dengan seri GTX sebelumnya. Apa itu GPU atau Graphic Processor Unit? ada baiknya Anda mengetahui lebih dulu tentang pengertian dan perbedaan CPU, GPU, Dan APU.

Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) selaku pabrikan NVIDIA mengaku melakukan cara lain dalam menciptakan seri ini, namun diklaim bisa mengalahkan musuh bebuyutan mereka yaitu AMD. Namun disini kita tidak akan berbicara lebih banyak tentang cara pembuatan sebuah GPU, karena setiap produsen memiliki cara sendiri dalam melakukan sesuatu.
Baca Juga:

Acer Aspire VX 15, Laptop Gaming Tangguh i7-7700 dan GTX 1050 Ti
HP Pavilion 14-V041TX, Laptop i5-4210U dan Geforce GT840 2GB
Spesifikasi ASUS K401UQ-FA090D, Notebook i5 dan GeForce GT940Mx

Spesifikasi GPU

GeForce 1050 Ti merupakan kartu grafis menyediakan dua slot, sehingga tidak membutuhkan konektor tambahan untuk menyuplai listrik. Tegangan listrik yang dibutuhkan rata-rata berkisar antara 65 – 75 watt. Kebutuhan listrik tersebut mungkin akan sedikit berbeda beberapa watt lebih sedikit dengan pendahulunya (GTX 1070) yang membutuhkan sekitar 80 watt.

GeForce GTX 1050 Ti merupakan GPU kelas menengah yang diluncurkan NVIDIA pada tahun oktober 2016. Diciptakan dengan proses FinFet 16 nm, dan berbasis pada sistem chipset GPU arsitektur GP107 dan mendukung penuh DirectX 12.0. NVIDIA juga menyediakan kapasitas GDDR5 sebesar 4,096 MB, yang bisa bekerja pada kecepatan 1752 MHz.

GeForce GTX 1050 Ti dibuat dengan CUDA Core yang mempunyai 768 buah. Sehingga rata-rata overclocking berada pada 1290 MHz – 1392 MHz.

Untuk yang belum mengetahui apa itu overclocking, adalah sebuah proses komputer yang dihasilkan dari sebuah kartu prosesor. Kartu prosesor ini menghasilkan kecepatan yang bervariasi, tergantung pada jenis kartu prosesor tersebut. semakin tinggi kecepatan yang dihasilkan, semakin panas pula mesin PC anda. Panas yang dihasilkan dari Proses overclocking tersebut diklaim pihak NVIDIA dapat diminimalisir dengan produk mereka GTX 1050 Ti yang hanya membutuhkan suplai listrik sebesar 300 watt.

NVIDIA mengatakan bahwa GTX 1050 Ti merupakan kartu grafis yang dikhususkan bagi konsumen yang mempunyai daya keuangan yang terbatas, namun membutuhkan GPU yang berkinerja tinggi. Harga yang ditawarkan per november 2019 ini berkisar antara Rp. 1.900.000 – Rp. 2.000.000.

Dikarenakan tujuan NVIDIA menciptakan GPU ini untuk kelas menengah, kartu grafis ini tidak dilengkapi dengan Analog Display Connector yang diperuntukkan bagi pengguna konektor D-SUB. Jadi anda yang masih menggunakan D-sub, membutuhkan dana tambahan untuk membeli adapter sebagai konektornya.

kualitas-vga-card-nvidia-geforce-gtx-1050-ti

Juara di Kelas Mid-End

NVIDIA mengklaim telah memenangkan pertarungan dengan rival nya yakni AMD Radeon RX 460 secara mudah. Sebagai informasi, RX 460 merupakan jagoan AMD pada segmen Mid-end dengan bandrol harga yang sama dengan yang ditawarkan pada GTX 1050 Ti.

Secara fakta yang dihasilkan oleh para analis GPU dari berbagai sumber, RX 460 dapat dengan lancar menjalankan game sekelas Hitman, dan Deus Ex. Namun GTX 1050 Ti dapat menjalankan game tersebut dengan kualitas grafik 1080p. Meskipun memang AMD lebih baik pada konsistensi FPS.

Di game lain seperti Fallout 4, GTX 1050 Ti memang memimpin dalam pertarungan kartu grafis, dimana GPU ini bisa menjalankan game tersebut dengan kualitas ultra secara lancar. Bahkan dalam game GTA V, AMD tidak bisa menjalankan game dengan kualitas medium dengan baik, tidak seperti GTX 1050 Ti yang bisa berjalan dengan mode ultra, meskipun seringkali terjadi penurunan FPS.

Kesimpulan

Kartu grafis ini memang cocok dijadikan sebagai “raja” di dalam kelas GPU Mid-End, dengan konsumsi tenaga listrik yang rendah dan resolusi gambar berkualitas tinggi. Setting rata kanan juga bisa leluasa kita terapkan pada berbagai macam game kelas AAA. Namun, untuk mendapatkan pengalaman gaming yang terbaik, ada baiknya untuk mengatur kualitas grafik permainan ke tingkat medium, untuk menghindari penurunan FPS secara tiba-tiba.

Sumber:

https://how.co.id/tukangkonten/

You May Also Like

About the Author: eadp0