Pengertian Etika dalam Teknologi Informasi

Pengertian Etika dalam Teknologi Informasi

Pengertian Etika dalam Teknologi Informasi

Pengertian Etika dalam Teknologi Informasi

Etika dalam teknologi informasi terkait dengan moral dan hukum.Moral adalah tradisi kepercayaan mengenai perilaku benar atau salah.  Sementara etika adalah satu set kepercayaan, standar atau pemikiran yang mengisi suatu individu, kelompok dan masyarakat, dan hukum meliputi peraturan perilaku yang dipaksakan oleh otoritas berdaulat, seperti pemerintah kepada rakyat atau warga negaranya.

Etika (Yunani Kuno: “ethikos“, berarti “timbul dari kebiasaan”) adalah cabang utama filsafat yang mempelajarinilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia.Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.

Etika dalam Sistem Informasi dibahas pertama kali oleh Richard Mason (1986), yang mencakup PAPA yaitu :

  1. Privasi

Privasi (Bahasa Inggris: privacy) adalah kemampuan satu atau sekelompok individu untuk mempertahankan kehidupan dan urusan personalnya dari publik, atau untuk mengontrol arus informasi mengenai diri mereka .Menurut UU Teknologi Informasi ayat 19. Privasi adalah hak individu untuk mengendalikan penggunaan informasi tentang identitas pribadi baik oleh dirinya sendiri atau oleh pihak lainnya.

Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memanfaatkan Teknologi Informasi untuk mengganggu hak privasi individu dengan cara menyebarkan data pribadi tanpa seijin yang bersangkutan, dipidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 7 (tujuh) tahun.

Contoh isu mengenai privasi sehubungan diterapkannya system informasi adalah pada kasus seorang manajer pemasaran yang ingin mengamati e-mail yang dimiliki para bawahannya karena diperkirakan mereka lebih banyak berhubungan dengan e-mail pribadi daripada e-mail para pelanggan. Sekalipun sang manajer dengan kekuasaannya dapat melakukan hal seperti itu, tetapi ia telah melanggarprivasi bawahannya.

Privasi dibedakan menjadi privasi fisik dan privasi informasi (Alter, 2002). Privasi fidik adalah hak seseorang untk mencegah sseseorang yangtidak dikehendaki terhadap waktu, ruang, dan properti (hak milik), sedangkan privasi informasi adalah hak individu untuk menentukan kapan, bagaimana, dan apa saja informasi yang ingin dikomunikasikan dengan pihak lain.

  1. Akurasi

Akurasi terhadap informasi merupakan factor yang harus dpenuhi oleh sebuah sistem informasi. Ketidak akurasian informasi dapat menimbulkan hal yang mengganggu, merugikan, dan bahkan membahayakan.Sebuah kasusakibat kesalahan penghapusan nomor keamanan social dialami oleh Edna Rismeller (Alter, 2002, hal.292). Akibatnya, kartu asuransinya tidak bias digunakan bahkan pemerintah menarik kembali cek pension sebesar $672 dari rekening banknya. Kisah lain dialami oleh para penyewa apartemen di Amerika yang karena sesuatu hal pernah bertengkar dengan pemiliki apartemen. Dampaknya, terdapat tanda tidak baik dalam basis data dan halini membuat mereka sulit untuk mendapatkan apartemen lain.Mengingat data dalam sistem informasi menjadi bahan dalam pengambilan keputusan, keakurasiannya benar-benar harus diperhatikan.

  1. Properti

Perlindungan terhadap hak properti yang sedang digalakkan saat ini yaitu yang dikenal dengan sebutan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual).HAKI biasa diatur melalui hak cipta (copyright), paten, dan rahasia perdagangan (trade secret).

  1. Hak cipta adalah hak yang dijamin oleh kekuatan hukum yang melarang penduplikasian kekayaan intelektual tanpa seizin pemegangnya.Hak seperti ini mudah untuk didapatkan dan diberikan kepada pemegangnya selama masa hidup penciptanya plus 70 tahun.
  2.  Paten merupakan bentuk perlindungan terhadap kekayaan intelektual yang paling sulit didapatkan karena hanya akan diberikan pada penemuan-penemuan inovatif dan sangat berguna. Hukum paten memberikan perlindungan selama 20 tahun.
  3. Akses

Fokus dari masalah akses adalah pada penyediaanakses untuk semua kalangan. Teknologi informasi diharapkan tidak menjadi halangan dalam melakukan pengaksesan terhadap informasi bagi kelompok orang tertentu, tetapi justru untuk mendukung pengaksesan untuk semuapihak. Sebagai contoh, untuk mendukung pengaksesan informasi Web bagi orang buta,TheProducivity Works menyediakan Web Broser khusus diberi nama pw WebSpeak. Browser ini memiliki prosesor percakapan dan dapat (Zwass, 1998).

Pengguaan komputer dalam bisnis diartikan dalam model-model dan etika dari para manager, spesialis informasi, pemakai dan juga hukum yang berlaku. Hukum paling mudah diinterprestasikan karena berbentuk tertulis. Di lain pihak etika dan moral didefinisikan secara persisi dan disepakati oleh semua anggota masyarakat. O Brien (2005) menegmukakan berbagai prinsip etika untuk membantu mengevaluasi potensi bahasa atau resiko dari penggunaan teknologi baru.prinsip-prinsip teknologi tersebut antara lain :

  1. Hal-hal yang baik dicapai melalui teknologi informasi harus selalu besar dari bahaya atu resiko yang dihadapi. Bahkan harus ada alternatif yang sama atau sebanding dengan bahaya resiko yang lebih kecil
  2. Persetujuan berdasarkan informasi, mereka yang terkena dampak teknologi informasi harus memahami dan menerima berbagai resikonya.
  3. Keadilan yait manfaat dan beban teknologi harus disebarkan secara adil . mereka yang mendapat manfaat harus dibebaskan dari penderitaan akibat peningkatan resiko yang signifikan.
  4. Meminimalisasi resiko artinya bahwa teknologi informasi harus diimplementasikan sedemikian rupa untuk menghindari resiko.

Sumber: https://student.blog.dinus.ac.id/handay/seva-mobil-bekas/

You May Also Like

About the Author: eadp0