Surat pada yang mulia mas Presiden SBY

Surat pada yang mulia mas Presiden SBY

Surat pada yang mulia mas Presiden SBY

Surat pada yang mulia mas Presiden SBY
Surat pada yang mulia mas Presiden SBY

Mengapa Yang Mulia mas Presiden SBY baru tidak bersedia pergi ke Belanda saat ada gerakan percepatan pengadilan kasus RMS di sana di mana tersangka utamanya adalah sampeyan sendiri. Mengapa dari awal sampeyan bersedia-bersedia saja datang ke Belanda yang salah satu isu pentingnya adalah untuk menerima pengakuan resmi atas kemerdekaan RI dari Belanda.

Kalau mas lupa sejarah, bukankah kita merdeka atas perjuangan sendiri mas. Harganya teramat sangat mahal tak terkira. Harta benda terampas terjarah, air mata dan darah tumpah ruah mengair bah, harga diri ternista, nyawa ratus ribuan rakyat kita dan masih banyak lagi.

Sejatinya tidak butuh kita atas pengakuan tertulis dari bangsa Belanda itu.Toh kita telah, selama ini dan akan baik-baik saja. Kesediaan sampeyan ke sana seakan menegasi keseluruhan perjuangan dan pengorbanan tak terperi itu. Kalau mau memberi pengakuan, seharusnya Belanda yang perlu bersusah-susah mengantarkannya ke sini bukan malah sampeyan yang harus ke sana. tidak sepantasnya mas presiden sebagai simbol bangsa jauh-jauh ke sana untuk terima itu pengakuan, itu namanya merendahkan diri mas.

Nggak perlu sekolah diplomatik tinggi-tinggi untuk bisa membedakan apa itu rendah diri dan apa itu dignity. Nggak perlu menjadi profesor psikologi untuk tahu apa itu inferiority complex dan apa itu konsep diri bangsa mandiri. Terus terang Rasa bangga saya sebagai bangsa yang merebut kemerdekaanya sendiri ternodai oleh keacuhan sampeyan atas makna dan spirit dari fakta sejarah kita sendiri.

Paling tidak sudah dua kali ini sampeyan pertontonkan tanpa sungkan betapa negara ini sedikit-demi sedikit ataupun banyak demi banyak telah sampaean jadikan merendahkan dirinya di depan bangsa lain atas dalih kepentingan ekonomi. Sampeyan itu mengapa malah menjadikan bangsa ini tampak tak berharga di mata dunia. Saat dulu presiden Megawati tindak tanduk nya di KTT APEC ber-bahasa tubuh yang menunjukkan inferioritinya di depan Presiden Arroyo saya sudah merasa malu direpresentasikan presiden begitu. Malah sampeyan yang gagah perkasa nyatanya membuat saya lebih malu lagi.

Saat surat ini dibuat, padahal saya sudah tutup mata tutup telinga dan membetot syaraf perasaan saya agar tak ngenes terhadap korupsi yang kian meraja lela, manipulasi hukum yang sebenarnya sudah masuk taraf gila, menguatnya tradisi politik yang makin ramah pada yang bisa bayar, modal sosial yang porak-poranda karena prilaku pemimpinnya yang tak amanah, tapi mengapa saya masih juga bersedih dan malu mas presiden.

Sumber : https://dunebuggyforsale.org/strain-tactics-apk/

You May Also Like

About the Author: eadp0