Model Pembelajaran Berbasis Portofolio

 Model Pembelajaran Berbasis Portofolio

Istilah portofolio berasal dari bahasa “portfolio” yang berarti dokumen arau surat-surat.Portofolio merupakan suatu kumpulan pekerjaan siswa yang dimaksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan Winataputra (dalam Fathurrohman, 2012).

           Portofolio dapat diartikan pula sebagai suatu wujud benda fisik, sebagai suatu proses sosial pedagogis, maupun sebagai adjective. Winataputra (dalam Fathurrohman, 2012) mengemukakan bahwa portofolio merupakan suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu dan disleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan.Panduan yang dipakai berdasarkan pada mata pelajaran dan tujuan penilaian portofolio.Dalam pembelajaran PKn portofolio merupakan kumpulan informasi yang disusun dengan baik, dan menggambarkan rencana kelas berkenaan dengan suatu isu kebijakan public yang telah diputuskan untuk dikaji, baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan.

Menurut Mardiati, dkk (2010) model ini mempunyai urutan langkah kegiatan pembelajaran sebagai berikut.

Langkah 1. Pendahuluan

Kegiatan pada langkah pertama ini guru membuka pelajaran dan memberi ilustrasi mengenai nilai-nilai sebagai hak, kewajiban, dan tanggung jawab anggota masyarakat. Misalnya peka, tanggap, terbuka, demokratis, kooperatif, kompetetif untuk kebaikan, empatik, argumentatif, dan prospektif dalam konteks kehidupan bermasyarakat dengan memberi ilustrasi empirik mengenai berbagai isu dan trenddalam kehidupan masyarakat saat ini, khsusunya dalam proses pembangunan masyarakat. Kegiatan selanjutnya, guru mengajak siswa merenungkan sebuah pertanyaan, Bagaimana seharusnya kita sebagai anggota masyarakat memahami dan menjalankan nilai, konsep dan prinsip kehidupan bermasyarakat yang baik dalam konteks pembangunan masyarakat Indonesia.

Langkah 2. Kegiatan Inti

Strategi instruksional yang digunakan dalam model ini pada prinsipnya mengacu strategi inquiry learning, discovery learning, problem solving learning,research-oriented learning yang dikemas dalam model Project ala John Dewey, yaitu menggunakan langkah-langkah sebagai berikut.

1) Mengidentifikasi masalah kebijakan publik dalam masyarakat.

2) Memilih suatu masalah yang akan dikaji siswa.

3) Mengumpulkan informasi yang terkait pada masalah yang telah dipilih. 4) Mengembangkan portofolio kelas

5) Menyajikan portofolio

6) Melakukan refleksi pengalaman belajar

Kegiatan harus dilakukan dengan mengorganisasikan kelas ke dalam 2 kelompok besar beranggotakan sekitar 20 orang, kemudian masing-masing dibagi lagi menjadi empat sub kelompok kecil masing-masing terdiri atas 3-5 orang. Setiap kelompok ditugasi menjawaban pertanyaan yang telah ditentukan sebelumnya dengan cara studi kepustakaan, mengamati masyarakat sekitar, dan bertanya kepada nara sumber. Informasi yang telah diperoleh dari berbagai sumber tersebut kemudian didiskusikan dalam kelompok kecil. Setelah masing-masing kelompok kecil menyelesaikan tugasnya, kesimpulan hasil diskusi kelompok kecil tersebut ditulis dalam buku kerja siswa masing-masing dan selembar kertas manila atau karton hingga siap dipajang di depan kelas dan didiskusikan pada pertemuan tatap muka di kelas.

Melalui berbagai kegiatan belajar inilah siswa mengembangkan berbagai keterampilan seperti: membaca, mendengar pendapat orang lain, mencatat, bertanya, menjelaskan, memilih, merumuskan, menimbang, mengkaji, merancang perwajahan, menyepakati, memilih pimpinan, membagi tugas, menarik perhatian, berargumentasi, dan membuat laporan dalam bentuk portofolio.

Portofolio adalah tampilan visual yang disusun secara sistimatis, cerminan proses berfikir berdasarkan data-data yang relevan, dan secara utuh melukiskan pengalaman belajar terpadu yang dialami siswa sebagai suatu kesatuan dalam kelas (integrated learning experiences).

https://bengkelharga.com/tap-robo-apk/

You May Also Like

About the Author: eadp0