Model Pembelajaran Kooperatif

Model Pembelajaran Kooperatif

Model Pembelajaran Kooperatif

Model Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran kooperatif merupakan salah satu yang dapat diterapkan untuk mewujudkan kelas sebagai laboratorium demokrasi bagi siswa.

Slavin (Isjoni, 2011:15)  “In cooperative learning methods, students work together in four member teams to master material initially presented by the teacher”. Ini berarti bahwa cooperative learning atau pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana sistem belajar dan bekerja kelompok-kelompok kecil berjumlah 4-6 orang secara kolaboratif sehingga dapat merangsang peserta didik lebih bergairah dalam belajar. Dari beberapa pengertian menurut para ahli dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah cara belajar dalam bentuk kelompok-kelompok kecil yang saling bekerjasama dan diarahkan oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan”.

Menurut Trianto (2012) secara garis besar terdapat enam langkah utama atau tahapan di dalam pelajaran yanng menggunakan pembelajaran kooperatif.

  • Fase pertama menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa belajar
  • Fase kedua yaitu guru menyajikan informasi pada siswa dengan cara demonstrasi atau membuat bacaan.
  • Fase ketiga adalah mengorganisasikan wa ke dalam kelompok kooperatif.
  • Fase ke empat, membimbing kelompok erja dan belajar.
  • Fase kelima merupakan fase guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari.
  • Fase terakhir yaitu guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.

Beberapa keuntungan pembelajaran kooperatif menurut Sugianto (dalam Fathurohman, 2012) adalah:

  1. Meningkatkan kepakaan dan kesetiakawanan sosial.
  2. Memungkinkan siswa untuk saling belajar mengenai sikap, keterampilan, informasi, perilaku sosial, dan pandangan-pandangan.
  3. Memudahkan siswa melakukan penyesuaian sosial.
  4. Memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai-nilai sosial dan komitmen.
  5. Menghilangkan sifat mementingkan diri sendir atau egois.
  6. Membangun persahabatan yang dapat berlanjut hingga masa dewasa.
  7. Berbagi keterampilan sosial yang diperlukan untuk memelihara hubungan saling membutuhkan dapat diajarkan dan dipraktikkan.
  8. Meningkatkan saling percaya kepada sesama manusia.
  9. Meningkatkan kemampuan memandang masalah dan situasi berbagai perspektif.
  10. Meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lain yang dirasakan lebih baik.
  11. Meningkatkan kegemaran berteman tanpa memandang perbedaan kemampuan, jenis kelamin, normal atau cacat, etnis, kelas sosial, agama, dan orientasi tugas.

Model pembelajaran kooperatif yang berkembang dan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran cukup bervariasi diantaranya:

  1. Model STAD (Student Teams Achievement Division)

Model STAD merupakan model pembelajaran yang paling sederhana dalam model pembelajaran kooperatif. Langkah-langkah model STAD  adalah sebagai berikut:

1)   Siswa dibagi dalam beberapa kelompok yang terdiri 4-5 anggota.

2)   Tiap anggota tim saling membantu dalam menguasai bahan ajar.

3)   Tiap satu minggu atau dua minggu, guru mengevaluasi penguasaan siswa baik secara individual maupun kelompok

4)   Setiap tim diberikan penilaian atas penguasaan bahan ajar kepada siswa baik individu maupun tim.

  1. ModelJigsaw

https://bengkelharga.com/heroes-wanted-apk/

You May Also Like

About the Author: eadp0