Tujuan Pendidikan Karakter

Tujuan Pendidikan Karakter

Tujuan Pendidikan KarakterTujuan Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter bukanlah sesuatu yang baru. Sebetulnya pendidikan karakter sama tuanya dengan pendidikan itu sendiri. Sepanjang sejarah, di negara-negara seluruh dunia, pendidikan memiliki dua tujuan besar yakni membantu anak-anak menjadi pintar dan membantu mereka menjadi baik. Sejak zaman Plato, pendidikan karakter yang dibarengkan dengan pendidikan intelektual, kesusilaan, dan literasi, serta budi pekerti dan kemanusiaan. Mereka mencoba membentuk sebuah masyarakat yang menggunakan kecerdasan mereka untuk kemaslahatan orang lain dan diri mereka, yang akan mencoba membangun dunia yang lebih baik.[6]

Tujuan yang paling mendasar dari pendidikan adalah untuk membuat seseorang menjadi good dan smart. Dalam sejarah Islam, Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa misi utamanya dalam mendidik manusia adalah untuk mengupayakan pembentukan karakter yang baik (good character).[7] Pendidikan karakter pada tingkat satuan pendidikan mengarah pada pembentukan budaya sekolah atau madrasah, yaitu nilai-nilai yang melandasi perilaku, tradisi kebiasaan sehari-hari, serta simbol-simbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah atau madrasah dan masyarakat sekitarnya.

Adapun tujuan pendidikan karakter menurut Kementerian Pendidikan Nasional adalah mengembangkan karakter peserta didik agar mampu mewujudkan nilai-nilai luhur Pancasila. Apabila tujuan pendidikan karakter yang berbasis agama dan bangsa, maka tujuannya ialah menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebagai generasi penerus bangsa, mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri, kreatif dan berwawasan kebangsaan, mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas dan  persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan.

Prinsip Pendidikan Karakter

Pada prinsipnya, pengembangan budaya dan karakter bangsa tidak dimasukkan sebagai pokok bahasan tetapi terintegrasi ke dalam mata pelajaran, pengembangan diri, dan budaya sekolah. Oleh karena itu, guru dan sekolah perlu mengintegrasikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa ke dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006 (KTSP) atau Kurikulum 2013 (Kurtilas), Silabus, dan Rencana Program Pembelajaran (RPP) yang sudah ada.

Berikut prinsip-prinsip yang digunakan dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa.

  1. Pendidikan merupakan kiat untuk menerapkan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan teknologi bagi manusia.
  2. Pendidikan merupakan proses interaksi sesama manusia yang ditandai keseimbangan antara kedaulatan subjek didik dengan kewibawaan pendidik.
  3. Pendidikan pada prinsipnya berlangsung seumur hidup.
  4. Pendidikan merupakan upaya mensiapkan peserta didik menghadapi lingkungan yang mengalami perubahan semakin besar.
  5. Pendidikan meningkatkan kualitas kehidupan pribadi dan masyarakat.

Sementara itu, orang Yunani memberikan prinsip pendidikan sebagai usaha membantu manusia menjadi manusia. Adapun tujuan pendidikan sesungguhnya adalah memanusiakan manusia. Maksud memanusiakan manusia adalah menjadikan manusia sebagai manusia seutuhnya yang memiliki kemampuan mengendalikan diri, berpengetahuan dan cinta tanah air. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan penanaman nilai-nilai perilaku berkarakter.

Baca juga:

You May Also Like

About the Author: eadp0