Faktor risiko

Table of Contents

Faktor risiko

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang terkena varises, diantaranya :

  1. Genetik : Varises merupakan penyakit keturunan yang berhubungan dengan faktor kecenderungan lemahnya katup di pembuluh vena.
  2. Jenis kelamin : Perempuan dua kali lebih berisiko menderita varises dibanding laki-laki. Fluktuasi hormon progesteron dan estrogen sangat berpengaruh terhadap timbulnya urat-urat halus ini. Risiko ini umumnya lebih sering timbul pada perempuan hamil, pre-menstruasi atau menopause, sedang mengkonsumsi pil KB ataupun melakukan terapi sulih hormon.
  1. Pekerjaan : Anda yang lebih sering berdiri dan selalu menggunakan high heels dalam bekerja lebih berisiko terkena varises. Hal ini berpengaruh karena pembuluh darah vena akan mendapat beban lebih lama hingga munculah varises.
  1. Berat badan : Berat badan yang berlebih dapat membuat katup vena mendapat tekanan berlebih sehingga fungsinya menurun. Inilah sebabnya mengapa orang yang gemuk cenderung mudah terserang varises.
  2. Usia : Semakin berumur maka vena akan makin kehilangan elastisitasnya sehingga mudah meregang dan melebar. Namun bukan berarti Anda yang masih berusia muda jauh dari penyakit ini. Bila Anda memiliki faktor-faktro risiko seperti di atas dan ditambah dengan gaya hidup yang tidak sehat, varises pun dapat menghampiri Anda.

Jenis Varises

  1. Varises jenis spider navy.

Varises ini tergolong ringan, biasanya akibat suhu yang terlalu panas atau dingin, terpapar sinar matahari terus menerus, sedang hamil, faktor keturunan, kebiasaan makanan sarat rempah dan pedas, serta pengobatan hormonal.

Varises jenis ini bisa terjadi di beberapa tempat, yaitu di wajah, pangkal lengan, paha, daerah lutut, pergelangan kaki dan tumit. Terapi yang digunakan biasanya dengan memakai sinar laser, sehingga pembuluh darah mengering. Ada juga terapi alat listrik dengan memasukkan zat tertentu ke dalam kulit, untuk mengecilkan atau mengerutkan pembuluh darah.

  1. Varises dalam kulit

Varises ini terjadi pada pembuluh vena yang halus dan tipis di dalam kulit bagian kaki. Mengobatinya, dokter memberi obat-obatan yang menguatkan dinding vena dan memperlancar aliran darah, atau menggunakan stocking khusus varises.

Stocking ini berfungsi menekan pembuluh vena sehingga otot dan dinding vena bisa kembali bekerja maksimal. Stocking mampu mencegah, mengurangi gejala awal, dan rasa sakit penderitanya meski hanya temporer. Jadi, tetap harus minum obat.

  1. Varises Reticular Varicose Veins

Ini adalah varises yang lebih parah, karena terjadi di pembuluh vena bawah kulit. Untuk mengobatinya, dokter akan melakukan beberapa tahap:

ü  Memberi obat yang diminum untuk menguatkan dinding vena dan melancarkan peredaran darah.

ü  Memberikan suntikan zat iritasi ke dalam pembuluh darah yang rusak atau melebar.

ü  Obat tersebut akan membentuk jaringan ikat sekaligus menutup aliran darah, sehingga pembuluh darah vena akan menyempit. Darah akan mencari ‘jalan lain’ melalui pembuluh vena yang normal.

ü  Setelah disuntik, Anda harus menggunakan stocking varises dan tidak boleh menggunakan sepatu hak tinggi.

ü  Olahraga yang dianjurkan adalah jalan kaki, berenang dan joging, agar otot kaki mampu berkontraksi dengan baik.

 

Baca juga:

You May Also Like

About the Author: eadp0