Filsafat Umum Eksistensialisme

Filsafat Umum Eksistensialisme

Filsafat Umum Eksistensialisme

Filsafat Umum Eksistensialisme

  1. Metafisika

Para filsuf Eksistensialisme mengakui adanya realitas yang bersifat fisik atau realitas yang bersifat material, sedangkan realitas spiritual (Tuhan) diakui keberadaannya oleh para filsuf Eksistensialisme yang religious(theistik). Sebaliknya, realitas spiritual (Tuhan) tidak diakui keberadaannya oleh filsuf Eksistensialisme yang atheis.

  1. Epistemologi

Manusia mengetahui hanya melalui pengalaman. Pengalaman bagi filsuf Eksistensialisme adalah pengalaman yang terhayati oleh individu sebagai subjek atau pribadi.

  1. Aksiologi

Setiap nilai ditentukan oleh kebebasan memilih setiap pribadi perseorangan. Eksistensi-manusia adalah nilai dasar bagi setiap pribadi. Nilai-nilai adalah penting untuk setiap individu, namun relative untuk keadaan setiap individu.

  1. Implikasi terhadap Pendidikan
  2. Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan menurut Eksistensialisme adalah agar siswa memperoleh pengalaman hidup yang luas dan komprehensif dalam segala bentuknya sehingga dengan kebebasannya ia mampu mewujudkan diri pribadinya sebagai manusia.

  1. Kurikulum Pendidikan

Kurikulum ideal bagi filsuf Eksistensialisme akan mengutamakan:

1)      Suatu kurikulum aktivitas.

2)      Minat peserta didik sebagai dasar perencanaan aktivitas.

3)      Kebebasan yang penuh dari peserta didik untuk belajar secara individual maupun secara kelompok.

4)      Kurikulum yang didasarkan atas kebutuhan-kebutuhan yang dekat.

5)      Mengakui perbedaan-perbedaan pengalaman individual pserta didik.

  1. Metode Pendidikan

Dilaksanakan dengan teknik-teknik pembelajaran nondirective. Karena itu, kepastian dan rincian pelajaran yang direncanakan (direkayasa secara ketat) tidaklah penting. Alasannya, rencana pembelajaran yang sudah disusun atau direkayasa secara ketat menjadi pemaksaan minat dan nilai-nila orang dewasa (pendidik) terhadap peserta didik.

  1. Peranan Pendidik dan Peserta Didik

Guru berperan untuk melindungi dan menjaga kebebasan akademik, dimana guru pada hari ini, mungkin menjadi siswa pada esok hari; sedangkan siswa merupakan makhluk rasional yang dengan kebebasannya berperan untuk memilih dan bertanggung jawab atas pilihannya sesuai dengan pemenuhan tujuan personal (Edward J. Power, 1982).

 

You May Also Like

About the Author: eadp0