Harlow Shapley (1855-1972 M)

Harlow Shapley (1855-1972 M)

Seorang astronomi dari Amerika yang di tahun 1921 pertama kali menghitung ukuran sebenarnya dari galaksi kita, dan menunjukkan bahwa matahari tidak terletak di pusatnya. Shapley mengajukan gagasannya dari suatu studi mengenai kelompok globular perbintangan yang terbesar dalam suatu cincin di sekitar galaksi kita. Dengan mengukur jaraknya dari kecerlangan bintang yang dikandungnya , ia memperkirakan bahwa galaksi kita kira-kira berdiameter 100.000 tahun cahaya dan bahwa matahari terletak kira-kira 30.000 tahun cahaya dari pusatnya.

  1. Henrietta Leavit (1868-1921 M)

Seorang ahli astronomi Amerika yang menemukan sebuah tekhnik penting dalam astronomi untuk mengukur jarak bintang dengan memakai bintang-bintang Variabel Cepheid. Di tahun 1912 ia menemukan bahwa kecerlangan rata-rata sebuah Cepheid berhubungan langsung dengan jangka waktu yang diperlukannya untuk berubah, dengan Cepheid paling cemerlang memiliki periode paling lama. Jadi, dengan mengukur waktu variasi cahaya sebuah Cepheid, para astronom dapat memperoleh kecerlangan sebenarnya, dengan demikian jaraknya dari bintang dan planet lain dapat pula dihitung.

  1. Edwin Hubble (1889-1953 M)

Seorang ahli astronomi Amerika yang di tahun 1924 menunjukkan bahwa terdapat galaksi lain di luar galaksi kita. Selanjutnya ia mengelompokkan galaksi menurut bentuknya yang spiral atau eliptik. Di tahun 1929ia mengumumkan bahwa alam semesta mengembang dan bahwa galaksi bergerak saling menjauhi dengan kecepatan yang semakin tinggi; hubungan ini kemudian disebut dengan hukum Hubble. Jarak sebuah galaksi dapat dihitung dengan hukum Hubble bila kecepatan menjauhnya diukur dari pergeseran merah cahayanya. Menurut pengukuran terakhir, galaksi bergerak pada 15 km/dt tiap jarak satu juta tahun cahaya. Nama Hubble kini diabaikan pada sebuah teleskop raksasa di antariksa yang dioperasikan oleh NASA.

Sumber :

https://littlehorribles.com/

You May Also Like

About the Author: eadp0