Khithabah

Khithabah

Khithabah (retorika) sangat maju, dan inilah satu-satunya alat komunikasi yang sangat luas medannya. Di samping sebagai penyair, bangsa Arab Jahiliah pun sangat fasih berpidato dengan bahasa yang sangat indah dan bersemangat. Ahli pidato mendapat derajat tinggi dalam masyarakat, sama halnya dengan penyair.

Majlis Al-Adab dan Sauqu Ukaz

Telah menjadi kebiasaan masyarakat Arab Jahiliyah, yaitu mengadakan majelis atau nadwah (klub), di tempat inilah mereka mendeklamasikan sajak, bertanding pidato, tukar-menukar berita dan sebagainya. Terkenallah dalam kalangan mereka “Nadi Quraisy” dan “Darun Nadwah” yang berdiri di samping Ka’bah.

Disamping itu mereka mengadakan Aswaq ( pekan) pada waktu tertentu, dibeberapa tempat dalam negeri Arab. Tiap-tiap ada sauq berkumpullah saudagar dengan barang dagangannya, penyair dengan sajak-sajaknya,  ahli pidato dengan khotbah-khotbahnya, dan sebagainya. Adapun yang sngat terkenal di antara Aswaq mereka yaitu sauq Ukaz  atau “pekan Ukaz” yang diadakan pada suatu tempat tidak jauh dari kota Mekah menuju ke Thaif.

  1. Catatan Keturunan

Satu hal yang menjadi sangat penting bagi bangsa arab Jahiliah, yaitu Al-Ansab atau catatan keturunan, yaitu untuk memlihara asal-usul keturunan. Oleh karena itu, bangsa Arab pada umumnya menghafal silsilah keturunannya, sampai sejauh-jauhnya, dan mungkin ini pulalah yang menyebabkan mereka memiliki kecakapan khusus dalam memlihara riwayat hadis.

 

Kerajaan Romawi didirikan pada tahun 753 sebelum masehi (SM). Roma menjadi pusat mercusuar Romawi sekaligus Ibu kota kerajaan. Secara usia kota Roma lebih tua dari kerajaan Romawi karena jauh sepuluh abad sebelum kerajaan Romawi lahir, kota Roma sudah lama berdiri kokoh. Namun sayangnya, pada 395 SM setelah kematian Thedosius I, kekaisaran Romawi pecah menjadi dua bagian, kerajaan Romawi Barat (Roma) dan Kerajaan Romawi Timur, dengan beribu kota di Konstantinopel dan Konstantinus Agung (kaisar Constantin) sebagai Maharaja

Jazirah arabiah adalah tempat lahirnya islam dan kemudian menjadi pusat islam, merupakan pusat dari peradaban dan kebudayaan islam. Oleh karena itu, perlu dijelaskan mengenai keadaan geografi, penduduk, politik, ekonomi, dan sosial, bahkan agama, sebelum lahirnya agama islam. 

Sumber: http://linux.blog.gunadarma.ac.id/2020/07/14/jasa-penulis-artikel/

You May Also Like

About the Author: eadp0