Kurva Permintaan Agregat (AD)

Kurva Permintaan Agregat (AD)

Kurva Permintaan Agregat (AD)

Kurva Permintaan Agregat (AD)

Dalam memahami kurva AD perlu dipelajari terlebih dahulu tentang cara menerbitkan kurva AD. kenaikan harga menyebabkan nilai riil pengeluaran agregat merosot dan menuru kenaikan harga menyebabkan nilai riil pengeluaran agregat merosot dan menurunkan pendapatan nasional riil pada keseimbangan. Berdasarkan kepada peristiwa ini, dapat ditunjukkan dua hal berikut:[1]

  1. Efek kenaikan harga atas keseimbangan pendapatan nasional.
  2. Cara mewujudkan kurva permintaan agregat.

Kurva AD dapat didefinisikan sebagai suatu fungsi (atau kurva) yang menggambarkan hubungan antara tingkat harga dengan jumlah pengeluaran agregat yang akan dilkukan dalam perekonomian.

Dari definisi tersebut dapatlah sekarang dengan jelas dipahami perbedaan arti konsep pengeluaran agregat dan permintaan agregat. Pengeluaran agregat berlaku pada harga tetap, sedangkan permintaan agregatberlaku pada bunga yang berubah.

Gambar 2.2.1 Kurva AD

Selain itu perlu dipahami juga sifat dari kurva AD, yakni sebagai berikut:

  1. Tingkat Harga dan Pengeluaran Rumah Tangga

Dalam suatu waktu tertentu tingkat pendapatan nominal masyarakat adalah tetap. Tingkat gaji dan upah dan jumlah kesempatan kerja akan menentukan jumlah pendapatan yang diterima masyarakat pada suatu waktu tertentu. Apabila tingkat harga berbeda, daya beli  pendapatan yang diperoleh itu adalah berbeda. Semakin rendah tingkat harga, semakin banyak barang dan jasa yang dapat dibeli. Dengan kata lain: nilai riil pengeluaran agregat akan semakin meningkat apabila tingkat harga semakin rendah.

  1. Tingkat Harga, Suku Bunga dan Investasi

Pada umumnya terdapat perkaitan yang cukup rapat diantara perubahan tingkat harga dengan suku bunga. Apabila harga adalah stabil, atau tingkat inflasi rendah, suku bunga cenderung akan berada pada tingkat yang rendah. Semakin tinggi inflasi, suku bunga cenderung akan menjadi semakin tinggi. Pemilik modal akan berusaha untuk memperoleh suku bunga riil yang tetap besarnya danini dilakukan dengan menuntut suku bunga nominal yang lebih tinggi pada waktu inflasi yang semakin cepat.

Terdapat perkaitan yang rapat pula di antara suku bunga dengan investasi, yaitu semakin tinggi suku bunga akan menyebabkan penurunan dalam investasi. Kemerosotan investasi menyebabkan pengurangan pengeluaran agregat. Dengan demikian kenaikan harga akan menimbulkan proses perubhan berikut: (a) harga naik menyebabkan suku bunga naik, (b) suku bunga naik menyebabkan investasi turun, dan (c) investasi yang merosot menyebabkan pengeluaran agregat dan pendapatan nasional riil merosot.

You May Also Like

About the Author: eadp0