Pengeringan dengan Tanur Progresif

Pengeringan dengan Tanur Progresif

Pengeringan dengan cara ini digunakan banyak ruang pengeringan sekaligus yang diatur prosesnya secara kontinyu sesuai jadwal ruang pengeringan masing-masing. Cara pengeringan ini sedikit lebih cepat dan mudah dioperasikannya (Kasmudjo, 2010). Kelebihan tipe ini adalah konstruksi dan peralatan pengeringan yang disiapkan tidak mahal, penanganan operasional pengeringannya mudah, dan hasil sortimen kayu yang telah dikeringkan dapat diperoleh secara kontinyu.

Sedangkan kekurangannya adalah tidak cocok untuk pengeringan kayu kapasitas terbatas, tidak dapat digunakan setiap saat apabila jumlah kayu yang akan dikeringkan tidak cukup, pengaruh cuaca luar cukup besar karena proses memasukkan dan mengeluarkan tumpukan kayunya berulang-ulang, dan lain sebagainya.

Tahap-tahap pengeringan secara teoritis meliputi tahap proses evaporasi yang konstan yaitu proses evaporasi air bebas sel kayu yang tidak mempunyai pengaruh pada dimensi kayu itu sendiri. Tahap transisi adalah proses pengeluaran air terikat dari dinding sel kayu yang mempunyai akibat perubahan dimensi kayu. Tahap eksponental adalah tahap penyesuaian akhir kayu terhadap lingkungan.

Pengeringan kayu secara buatan dibedakan atas enam tahapan adalah sebagai berikut (Siska, 2020):

1. Pemanasan awal (preheating)
Tahap yang bertujuan untuk penyamaan kadar air kayu agar dapat diproses dalam tahapan proses pengeringan yang sama serta menghilangkan tegangan-tegangan dalam kayu selama kayu ditimbun atau dikering alami.

2.Tahap pengeringan sampai titik jenuh serat 
Tahap yang bertujuan untuk mengeluarkan kandungan air bebas dari dalam kayu sehingga kayu mencapai titik jenuh serat dan menghindarkan keluarnya ekstraktif yang mengubah warna kayu.

3.Pengeringan sampai kadar air akhir
Tahap yang bertujuan untuk mengeluarkan kandungan air terikat dalam dinding sel kayu sehingga kayu dapat dikeringkan sesuai dengan kebutuhan, menghindarkan cacat-cacat akibat perubahan bentuk atau pecah-pecah, dan menghindarkan keluarnya zat ekstraktif yang akan merusak warna kayu.

4. Tahap pengkondisian
Tahap ini merupakan tahap penurunan sedikit persentase kadar air kayu dibawah target yang ditetapkan dengan cara sedikit menaikan temperature dan mengendalikan kelembaban relative sedikit kering.

5. Penyamaan atau pemerataan kadar air kayu
Tahap ini merupakan tahap penyemprotan kedalam oven sehingga permukaan kayu menjadi sedikit basah dengan tujuan untuk menghilangkan tegangan dalam kayu akibat kurang meratanya kadar air didalam permukaan kayu.

6. Tahap pendinginan
Tahap ini merupakan tahap penurunan perlahan-lahan dan penjagaan ketetapan sirkulasi udara dalam oven.

 

Recent Posts

You May Also Like

About the Author: eadp0