Pengolahan Media Tanam Jambu Bol

Pengolahan Media Tanam Jambu Bol

Pengolahan Media Tanam Jambu BolPengolahan Media Tanam Jambu Bol

 

Persiapan

Lahan hanya diolah di lubang tanam dan dilaksanakan 15-30 mhari sebelum tanam. Jarak tanam jambu bol adalah 8 x 8 m dengan lubang tanam berukuran 60 x 60 x 50 cm.

3.2.2. Pembuatan Lubang Tanam
Gali lubang tanam sedalam 25 cm sehingga membentuk lubang dangkal 60 x 60 x 25 cm Tempat kan tanah galian di satu sisi. Gali kembali sampai kedalaman 50 cm dan tempatkan tanah galian di sisi lain. Keringanginkan 15-30 hari. Masukkan tanah galian lapisan bawah. Campurkan 20-40 kg/ha pupuk kandang dengan tanah galian atas dan masukkan ke dalam lubang. Sementara itu, pilih dan siapkan bibit yang memenuhi syarat dan sehat, keperluan bibit per hektar adalah 156 buah.

3.3. Teknik Penanaman
3.3.1. Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat dengan menggali lahan berukuran 30 x 30 x 30 cm.

3.3.2. Cara Menanam
Bibit ditanam di awal musim hujan kecuali jika air selalu berlimpah.
a) Taburkan insektisida 100 gram Furadan 3 G dan 100-150 gram campuran urea, SP-36 dan KCl (2:1:1) ke dalam lubang tanam.
b) Siram media polybag, sobek polybag, keluarkan bibit beserta tanahnya dan tanamkan di lubang. Siram secukupnya.
c) Timbun dengan tanah sampai pangkal batang dan padatkan tanah di sekitar batang.
d) Pasang tiang penyangga di sisi kiri/kanan dan ikat tanaman ke tiang penyangga.

3.4. Pemeliharaan Tanaman
3.4.1. Penyulaman
Dilakukan sebelum tanaman berumur 1 bulan. Bibit yang tidak tumbuh diganti dengan bibit baru yang ditanam pada lubang tanam yang sama.

3.4.2. Perempalan/Pemangkasan
Pemangkasan bertujuan untuk membentuk pohon dan sekaligus meningkatkan produktifitas.
a. Pemangkasan I
1. Tanaman berumur kurang dari 1 tahun
2. Memotong ujung batang sampai ketinggian 70-100 cm dari tanah
3. Setelah cabang primer terbentuk, dipilih dua atau tiga cabang primer terbaik dan dibiarkan tumbuh sampai 50 cm.

b. Pemangkasan II
1. Memotong ujung batang cabang primer yang sudah berukuran panjang 50 cm.
2. Cabang primer dipotong sampai 30 cm dari pangkalnya. Setelah cabang sekunder terbentuk, dipilih 3 cabang sekunder terbaik.

c. Pemangkasan III
1. Memotong cabang sekunder sampai 30-50 cm dari pangkalnya.
2. Setelah cabang tersier terbentuk, pelihara 3 cabang tersier.
3. Pemangkasan dihentikan.

3.4.3. Pemupukan
Jenis pupuk dan dosis (gram/pohon/tahun) yang digunakan adalah sebagai berikut:
a. Umur tanaman 1 tahun: Urea=200; SP-36=100; KCl=100; frekuensi pemupukan= 4x.
b. Umur tanaman 2 tahun: Urea=200; SP-36=100; KCl=100; frekuensi pemupukan= 3x.
c. Umur tanaman 3 tahun: Urea=250; SP-36=125; KCl=125; frekuensi pemupukan= 3x.
d. Umur tanaman 4 tahun: Urea=300; SP-36=150; KCl=150; frekuensi pemupukan= 3x.
e. Umur tanaman 5 tahun: Urea=400; SP-36=200; KCl=200; frekuensi pemupukan= 3x.
f. Umur tanaman 6 tahun: Urea=200; SP-36=400; KCl=200; frekuensi pemupukan= 3x.
g. Umur tanaman 7 tahun: Urea=250; SP-36=500; KCl=250; frekuensi pemupukan= 3x.
h. Umur tanaman 8 tahun: Urea=250; SP-36=500; KCl=250; frekuensi pemupukan= 3x.
i. Umur tanaman 9 tahun: Urea=250; SP-36=500; KCl=250; frekuensi pemupukan= 3x.
j. Umur tanaman 10 tahun: Urea=250; SP-36=500; KCl=250; frekuensi pemupukan= 3x.
k. Umur tanaman > 10 tahun: Urea 250; SP-36-500; KCl=250; frekuensi pemupukan= 3x.

3.4.4. Pengairan dan Penyiraman
Ketika masih muda, tanaman diairi 1-2 kali sehari. Jika sudah cukup besar dan perakarannya dalam, tanaman disirami 10-2 kali sebulan. Pemberian air dilakukan dengan cara disiram di sekeliling tajuk.

3.4.5. Pemulsaan
Mulsa jerami kering dihamparkan setelah tanam di sekeliling tajuk tanaman dengan ketebalam 3-5 cm.

3.4.6. Pembungkusan Buah.
Buah dibungkus 7-10 hari sebelum panen untuk mencegah serangan lalat buah dan mendapatkan warna kulit bagus. Pembungkusan buah menggunakan ijuk yang membungkus rangkaian buah. Ijuk diikat di kedua ujung rangkaian buah.

Sumber: https://cialis.id/vivo-segera-luncurkan-x20/

 

You May Also Like

About the Author: eadp0