Pengukuran Frekuensi Kerugian dan Tingkat Keparahan

Pengukuran Frekuensi Kerugian dan Tingkat Keparahan

Pengukuran Frekuensi Kerugian

Pengukuran frekuensi kerugian adalah untuk mengetahui berapa kali suatu jenis peril dapat menimpa suatu jeis objek yang bisa terkena peril selama suatu jangka waktu terentu, umumnya satu tahun.

Berdasarkan dimensi frekuensi, ada empat kategori kerugian, yaitu :

  1. Kerugian yang hampir tidak mungkin terjadi ( almost nill), yaitu resiko yang menurut pendapat manajer resiko atau kemungkinan terjadinya sangat kecil sekali (probabilitas terjadinya mendekati nol).
  2. Kerugian yang kemungkinan terjadinya kecil (sligth), yaitu risiko-risiko yang tidak akan terjadi dalam waktu dekat dan dimasa yang akan datang kemungkinannya pun kecil.
  3. Kerugian yang mungkin (moderate), yaitu kerugian-kerugian yang mungkin bisa terjadi dalam waktu yang dekat di masa yang akan datang.
  4. Kerugian yang mungkin sekali (definite), yaitu kerugian yang biasanya terjadi secara teratur, baik dalam waktu dekat maupun dimasa mendatang.
  5. Menentukan Tingkat Keparahan

Dalam menentukan perahan kerugian manajer harus berhati-hati untuk memasukkan semua kerugian yang mungkin bisa terjadi sebagai akibat suatu peristiwa tertentu, sebagaimana dampaknya yang terhadap keuangan perusahaan yang bersangkutan.

Sebagai contoh misalnya, musibah kebakaran yang menghancurkan bangunan perusahaan beserta isinya, yang menimbulkan total kerugian sebesar Rp. 300.000.000.- untuk melaksanakan pemulihan perusahaan perlu tutup selama enam bulan,dan menbah kerugian penghasilan sebesar Rp. 400.000.000.-

Jumlah kerugian total sebesar Rp. 700.000.000.- jika tidak dapat di tanggung dalam semua kerugian tersebut makan dalam waktu singkat perusahaan bisa jatuh bangkrut.

Selain untuk menentukan relatif pentingnya, suatu kerugian potensial perlu juga di ukur untuk menolong mendaptakan informasi dalam penetapan cara terbaik untuk menangani risiko tersebut. Sebagai contoh rata-rta frekuensi kerugian dikalikan rata-rata keparahan kerugian akan sama dengan total kerugian harpan rata-rata dalam setahun.

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/

You May Also Like

About the Author: eadp0