Hubungan Media Pembelajaran dengan Hasil Belajar

Hubungan Media Pembelajaran dengan Hasil Belajar

Hubungan Media Pembelajaran dengan Hasil BelajarHubungan Media Pembelajaran dengan Hasil Belajar

Reigeluth dan Merril ( 1979 dan 1983 ) mengklasifikasikan variable pembelajaran menjadi tiga, yaitu:

  1. 1.Instructional conditions

  2. Instructional methods
  3. Instructional outcomes

Instructional conditions, didefinisikan sebagai factor yang mempengaruhi metode pembelajaran dalam meningkatkan hasil pembelajaran. variable ini berinteraksi dengan metode pembelajaran, dan pada dasarnya tidak dapat dimanipulasi oleh perancang pembelajaran. variable ini harus diterima apa adanya, tetapi menjadi bahan pijakan dalam penetapan metode pembelajaran. contohnya seperti motivasi, minat, tingkat social siswa, bakat siswa, tingkat ekonomi dan sebagainya. Meskipun tidak dapat dimanipulasi, pada saat tertentu ia dapat pula dimanipulasi, jika pada saat posisinya berubah menjadi metode pembelajaran. contoh: siswa akan giat belajar, sebelum tes harian dilakukan, jika ada motivasi kepada siswa “Anak – anak, minggu depan tes harian! Bagi anak – anak yang memperoleh nilai 100, maka akan dapat hadiah berupa …”. Ini berarti kondisi sebelumnya siswa kurang berminat terhadap pelajaran tersebut. Oleh karena itu, guru menggunakan cara – cara agar memperoleh hasil tes meningkat.

Instructional methods, didefinisikan sebagai cara – cara yang berbeda untuk mencapai instructional outcomes yang berbeda yang berada di bawah instructional conditions yang berbeda pula. Berarti strategi pembelajaran merupakan komponen variable dari instructional methods ( Degeng, 1997:10). Pada dasarnya semua variable yang diklarifikasikan ke dalam metode pembelajaran dimanipulasi oleh perancang pembelajaran untuk dilihat tingkat kefektifannya dalam mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan.

Instructional outcomes, mencakup semua kaibat yang muncul dari penggunaan suatu metode di bawah kondisi pembelajaran yang berbeda. Akibat-akibat inilah yang dapat dijadikan indicator ketercapaian kompetensi dasar. Oleh karea itu, indicator ketercapaian kompetensi dasar dapat berupa:

  1. Hasil pembelajaran yang nyata (actual outcome)
  2. Hasil pembelajaran yang diinginkan (desire outcomes) (Degeng, 1997:11)

Berdasarkan uraian di atas, maka kedudukan strategi pembelajaran ada pada variable instructional methods dan ini sangat penting dikuasai oleh seorang guru ketika merancang pembelajaran. Ketika seorang guru akan melaksanakan pembelajaran dari rancangan yang telah disiapkan, maka bagaimana menata materi pembelajarannya, bagaimana menyajikannya, serta alat apa yang akan digunakannya, disitulah peran kedudukan strategi pembelajaran.

Berdasarkan pola tersebut di atas, maka hubungan media pembelajaran audio visual dengan hasil belajar merupakan hubungan kualitas. Artinya hasil belajar sangat dipengaruhi oleh pemilihan media pembelajaran yang tepat, yang sesuai dengan materi yang ingin disampaikan, sebaliknya hasil belajar yang diinginkan juga menjadi perhatian yang serius dalam memilih media pembelajaran yang tepat.

 

 

You May Also Like

About the Author: eadp0