LIFO (Last In Firs Out)

LIFO (Last In Firs Out)LIFO (Last In Firs Out)

Dalam metode ini, barang yang masuk (dibeli/diproduksi paling akhir akan dikeluarkan/dijual paling awal). Jadi, barang yang tersisa pada akhir periode adalah barang yang berasal dari pembelian atau diproduksi awal periode.

            Dalam kasus PT. Niaga Jaya, jika perusahaan menggunakan metode LIFO, maka akan menghasilkan nilai persediaan akhir yang berbeda dimana hasil perhitungan fisik (stock opnamme) menunjukkan jumlah persediaan pada akhir bulan Januari sebanyak 300 unit microwave. Karena perusahaan menggunakan metode LIFO, maka dari 300 unit persediann pada akhir bulan Januari harga beli microwave yang digunakan adalah harga awal, yaitu sebanyak 250 unit menggunakan harga Rp550.000 per unit dan sebanyak 50 unit menggunakan harga Rp600.000 per unit. Jadi nilainya adalah:

Rata-Rata Average

Dalam metode ini barang yang di keluarkan/dijual maupun barang yang tersisa dinilai berdasarkan harga rata-rata, sehingga barang yang tersisa pada akhir periode adalah barang yang dimiliki nilai rata-rata.

Dalam kasus PT.Niaga Jaya, jika perusahaan menggunakan metode Rata-rata, maka akan menghasilkan nilai persediaan akhir yang berbeda di mana hasil perhitunganfisik (stock opname) menunjukkan jumlah persediaan pada akhir bulan januari sebanyak 300 unit persediaan pada akhir bulan Januari harga beli Microwave yang digunakan adalah harga rata-rata.

Selama bulan januari 2012, PT. Niaga Jaya memilika 1.00 unit microwave dengan nilai sebesar Rp. 609.000.000. karena dari 1.000 unit persediaan tersebut memiliki harga beli yang berbeda, maka harga beli rata-rata persediaan adalah Rp. 609.000.000 : 1.000 unit = Rp. 609.000 per unit. Jadi, nilai persediaan perusahaan pada akhir bulan januari 2012 adalah Rp.609.000 x 300 unit = Rp. 182.700.000

 

Recent Posts

You May Also Like

About the Author: eadp0