PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA TURKI UTSMANI

PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA TURKI UTSMANI

Sekilas Tentang Kekuasaan Turki Utsmani.

Pendiri Kerajaan ini adalah bangsa Turki dan kabilah Oghuz yang mendiami daerah Mongol dan daerah utara Negeri Cina. Dalam jangka waktu sekitar tiga abad, mereka pindah ke Turkistan kemudian Persia dan Irak. Mereka masuk Islam sekitar abad ke-9 atau ke-10 di bawah pimpinan Ortoghol. Mereka mengabdikan diri kepada Sultan Alaudin, Sultan Saljuk yang kebetulan sedang berperang melawan Bizantium. Berkat bantuan mereka, Sultan Alaudiin memperoleh kemenangan. Atas jasa baik mereka itu, Alauddin menghadiahkan sebidang tanah di Asia kecil yang berbatasan dengan Bizantium. Sejak itu mereka terus membina wilayah barunya dan memilih kota Syukut sebagai ibukota.
Ortoghol meninggal dunia tahun 1289 M. Kepemimpinan dilanjutkan oleh putranya, Utsman. Putra Ortoghol inilah yang dianggap sebagai pendiri kerajaan Utsmani.
Sebelum meninggal, Utsman menunjuk (untuk menggantikan posisinya) yang lebih muda dari kedua anaknya, Orkhan yang berusia 42 tahun, yang telah dididik sebagai seorang prajurit di bawah pengawasan ayahnya, dan telah menunjukkan kemampuannya di dalam banyak peperangan, terutama di dalam penaklukan Brusa.
Sampai abad ke-17, Turki Utsmani menikmati masa keemasan. Kekuatan militerUtsmani yang sangat tangguh sangat menentukan stabilitas kekuasaan. Kejayaan Utsmani mulai kelihatan pudar setelah Sultan Sulaiman meninggal dunia, yang mengakibatkan terjai perebutan kekuasaan antara putra-putranya.
Pada awal abad ke-18, Turki Utsmani berusaha mengembalikan kejayaan dengan melakukan reform yang sangat gencar. Bahkan, Sultan Salim III (w.1807) membuka sejumlah kedutaan Utsmani di Eropa. Kemudan Mahmud II (w.1839) memperkenalkan berbagai lembaga pembaharuan yang banyak diilhami dari Barat, termasuk pendidikan, militer, ekonomi dan hukum. Periode ini kemudian dikenal dalam sejarah sebagai periode Reorganisasi. Berbagai usaha pembaruan terus dilakukan oleh orang-orang Turki, baik dari kalangan ulama, kaum muda, cendekiawan maupun birokrat hingga abad ke-20.
Kerajaan Utsmani menjadi simbol Islam akhirnya hilang dari peredaran dunia dengan dihapusnya gelar khalifah tersebut. Di bawah kekuasaan Mustafa-lah pengaruh kekuasaan Sultan berakhir di tahun 1992, dan segera setelah itu khalifah sebagai institusi agama pun dihapus sehingga Mustafa sebagai pemimpin besar menjadi presiden pertama dari Republik Turki baru. Dengan demikian berakhirlah kehidupan panjang dan kebesaran seluruh pemerintahan Islam.


Sumber: https://pss-sleman.co.id/

You May Also Like

About the Author: eadp0